Arti sebuah kesabaran

Hallo Ehm… Aku memanggil mu apa ya! 😃 Aku.. hari- hari ku selalu tersenyum sambil menunggu kabar dari mu, Rasa pegang Hp terasa tak berfungsi. Wa dan SMS jika ku lihat Hanya Wa ah… Cuman kerja.
Tanpa ku sadari begitu banyak foto kenangan kita yang selalu ku lihat setiap malam ku. Doa ku pada Tuhan semoga Kembali lagi hujan di siang hari menimbulkan pelangi yang indah.
Sayang…. Aku janji sama mu jika suatu hari nanti kita kembali aku, aku kana bercerita banyak Dimana hari hari ku tanpa mu atau bersama mu. Gimana kuatnya aku menunggu kamu. 😭. Saat ini aku tidak peduli bagaimana kamu, siapa kamu, bersama siapa kamu, yang ku mau menunggu matahari di ujung senjaga. Indah ya….
Tanpa kamu sadari kamu mengajarkan suatu yang bermanfaat yaitu Ikhlas.
Kamu juga mengajarkan ilmu bagaimana rasa kehilangan, ya aku yakin Ini cara mu jika suatu saat nanti bersama kamu pergi kepangkuan Illah aku tidak begitu bersedih bersama kedua anak kita.
Kamu juga mengajarkan ku mana penting dan Mana genting. Pekerjaan ku dan kamu.
Semoga orang yang bersama sekarang menjaga mu dan Doa aku titipkan orang ku sayangi bersamanya jaga dia.
Jika suatu hari nanti kamu kembali ingat ya, aku menunggu mu. Oh ya hari hari kini sibuk, sibuk menunggu mentari bersinar kembali. Oh ya foto kamu masih tersimpan rapi. Surat cinta Mu masih ku bungkus rapi, Hangat pelukan masih bisa ku rasa.
Oh… Ya jangan bersama mu, jangan melihat mu, mendoakan mu tersenyum saja udah Anugrah buat ku.
Hari hari ku membosankan. Tapi percayalah sayang banyak orang baik di sekeliling ku saat aku terjatuh, yang membangkitkan ku, banyak yang merawat ku disaat ku sakit, banyak orang yang mengingatkan ku saat aku hanya memikirkan mu. Jadi fokus pada tujuan mu, aku tidak apa- apa ini hanya permainan waktu, Tuhan lebih tau siapa yang terbaik membahagiakan mu. Aku tidak mundur, aku hanya menggakat kaki kanan ku untuk melompat lebih jauh.Kamu terlalu menguji ku, aku bakal bisa kok lebih semangat disaat mendoakan mu.
Oh ya bahagia ku bersama mu, ingat masa masa itu senyum tawa dan canda, bermandi air hujan, kilat menyambar, baju basah, semua sudah dilewati. Tapi kamu lagi lagi membuat harus belajar yaitu ada badai di depan yang aku harus hadapin sendiri, karena sebagai laki- laki aku sendiri yang harus menghadapin badai itu. Kamu memang luar biasa banyak yang kamu siratkan dalam bahasa mu.
Senyum terakhir membuat bisa tersenyum.
Aku percaya doa mu diatas sajadah mu dan kamu angkat Tangan mu meminta untuk aku mengahadapi badai itu. Percaya Tuhan sudah menjawabnya aku kuat. Kelak kamu tau, aku ini hebat karena doa- doa dalam lantunan sajak yang kamu ucapkan kepada Tuhan mu. Ingat hari itu dimana sabar ku menunggu mu, ingat lah diujung jalan aku menunggu mu, berharap kembali waktu itu.
Ingat jika kamu jatuh tangan ini yang akan mengakat mu, jika kamu menangis jari tangan ini yang menghapus air mata mu, jika kamu sedih senyum ini akan datang padamu. Jika kamu bahagia itu harapan ku.
Semoga hari hari ini terlewatin amin…..
Andai saja waktu itu bisa berulang, akan ku nikmati hari hari ku didekat mu, tapi kini waktu dan jarak menjauhkan kita, bukan arti sebuah perpisahan saat mata, suara dan hati tidak dapat merasa lagi. Tapi suatu saat nanti kita bakal bisa tertawa dan tersenyum kembali. Kamu milik ku dan ku milik mu. Jika tidak setidaknya aku sudah pernah membahagiakan mu, harapan ku ada seseorang yang bakal membahagiakan mu lebih daripada ku. Ada orang yang tidak akan habis rasa mencintai mu setiap hari seperti cinta ku pada mu. Itu titik puncak kebahagiakan ku. Walapun lidah hanya bisa mengatakan rindu, mata hanya bisa memlihat semua kenangan, otak ku masih tidak lupa senyum mu itu sudah cukup berarti.
Oh ya… Lupa… Setiap malam doa mu yang dibawa angin sampai ke aku. Setiap hari langkah membawa nama mu dalam doa ku. Aku paham salah, aku paham aku lemah tapi ikhlas dan sabar membuat ku jauh lebih hebat daripada dulu. Jauh kuat dibandingkan baja. Tekat ku satu menunggu mentari bersinar dipagi hari.
Lantunan doa ku panjatkan kepada Tuhan ku” Jaga dia, Ku titipkan dia pada orang yang tetap” lebih mencintai dirinya dari pada aku” lebih menjaganya dari pada aku menjaganya” tidak menyakitin hati biarkan saja aku menyaktin hati mu, cukup aku saja tersakit. Jangan orang lain. Aku pun sudah berusaha segenap dan sekuat tenanga ku. Aku sudah berjuang semampu daya ku, ku miliki, saya tidak diam saya terus bergerak, saya tidak pasrah. Tapi ada 1 yang harus ku lakukan Ikhlas dan sabar. Menunggu butuh kesabar dan keikhlasan. Percayalah tidak akan ada kata sia sia. Sekali lagi saya tidak mundur hanya saja saya mengangkat 1 kaki untuk melompat lebih tinggi.
Percayalah pintu maaf dan rasa ku tidak akan pernah luntur.

David Randa Sembiring
Latest posts by David Randa Sembiring (see all)

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia