Beberapa Penyebab Ancak Panen Tidak Tuntas dan Pusingan Panen Bertambah Panjang

Dari hasil visit Area Controller 1 ke BHJE 2, pada hari Senin 07 September 2020 fokus quality check mutu ancak dan mutu produksi diperoleh beberapa penyebab ancak panen tidak tuntas dan pusingan panen bertambah panjang :

1. Enggagement (hubungan emosional) antara atasan (Asisten, Mandor) dan tenaga kerja langsung tidak harmonis
Menurut Pak Hermansyah dan Pak Yohannes (team SMNE), enggagement tidak terbangun atau susah sekali dibangun karena komandan/driver/atasannya “NGEBOSI” alias “TIDAK MAU TAU” alias “SELALU MENYALAHKAN” alias “TERIMA BERSIH, TB“.

Visit Area Controller 1 ke BHJE 02 Blok A32 dan A33, Senin 07 September 2020 - Tidak ada kata menyerah
Visit Area Controller 1 ke BHJE 02 Blok A32 dan A33, Senin 07 September 2020 – Tidak ada kata menyerah

Cara menyelesaikannya:
Asisten divisi harus membangun hubungan emosional antara Asisten sendiri vs karyawan panen, antara mandor vs karyawan panen/rawat, antara Asisten vs mandornya, dalam bentuk merasa kalo ancak tidak selesai atau target tidak capai : MALU, dengan EMnya/Asistennya muncul rasa bersalah, rasa tanggung jawab harus menjadi prioritas di pemanen/mandor/Asisten. Untuk menumbuhkan enggagement ini, Asisten harus visit di waktu-waktu kritis dan melakukan safari ancak bersama sekaligus melakukan edukasi dari setiap kendala/masalah yang dijumpai.
Bukan, omongan : “Saya gak mau tau, bla bla…”. “Yang penting TUNTAS”, “Goblok kalian”, dll. Bahasa-bahasa seperti ini yang menggerus hubungan emosional tersebut. Bukankah target divisi itu, merupakan target bersama – walaupun kue target sudah dibagi.

2. RKH Sore vs RKH Real (pagi) itu tidak sama.

RKH Sore vs RKH Real, Selasa 07 September 2020
RKH Sore vs RKH Real, Selasa 07 September 2020

Penyebabnya adalah :
a. Hari Kerja Efektif rendah, misalnya untuk mencukupi 36 TK harus 100% hadir, nyatanya hanya 90% kehadiran – jadi 10% (4 TK) tidak langsung dicukupkan dari tenaga rawat. Jika pada saat selesai apel pagi tahap 2, Mandor Panen langsung memberikan info ke Mandor 1/Asisten tentang kurang TK panen di kemandorannya – antisipasi terhadap ancak kosong tidak akan terjadi. Mandor 1/Asisten langsung memberikan tindakan untuk memenuhi kekurangan TK panen dari TK rawat (sequence: TP2A dulu – TK pupuk – TK Semprot). Kekurangan TK ini harus benar-benar bisa diputuskan oleh seorang Asisten : apakah menambah TK (karena AKP tinggi) atau menambah jam kerja dengan memperlebar ancak panen.
Tindakan perbaikannya :
– Asisten harus memberikan penegasan ke setiap mandor panennya untuk disiplin/konsisten memberikan info segera, tentang kekurangan TK panennya. Bila perlu dibuatkan pemanggilan pakai sistem pengkodean sekaligus ke locker karung. Jadi kekurangan TK panen itu bisa langsung diantisipasi.
– TK panen yang tidak hadir, pro aktif datangi ke rumah (penyebab tidak hadirnya kenapa?… minimal Mandor 1/Asisten).
b. Kongsi kerja TK panen “kurang”
Untuk mengantisipasi ini harus ada TK inti + cadangan (hitung rata-rata prosentase kehadiran).
c. Asisten tidak menguasai : angka-angka populer (target harian, jumlah master ancak, jumlah TK inti, jumlah TK rawat, dll) tidak menjadikan angka target itu merupakan angka yang harus PRIORITAS UTAMA (misal: kalo bangun tidur aja, ditanya harus luar kepala).

3. Waktu memulai panen lebih lama, tidak sesuai dengan yang direncanakan
Seharusnya jam 06.00 WIB sudah mulai masuk ancak, aktualnya bisa sampai jam 07.00 WIB (lost time 1 jam). 1 Jam ini kita sudah hitung dan perusahaan terbebani.
Penyebabnya : karyawan setelah apel pagi, masih pulang ke rumah. Kalo sudah pulang ke rumah, lain ceritanya…

Cara memperbaiki :
– Asisten dan team Supervisi setiap hari “ngeributin”, harus cepat berangkat.
– HARAM pulang ke rumah, pada saat apel pagi langsung bawa bontot, peralatan kerja di bawa.
– Supervisi langsung ke lapangan, nggak usah ngopok lagi di kantor divisi.

4. Di saat proses terjadi, laporan pergerakan ancak (jam 09.00 WIB, jam 11.00 WIB, jam 13.00 WIB dan sampai selesai) ini tidak konsisten dilaporkan, bahkan tidak dilaporkan sama sekali.
Contoh kasus: Visit AC 1 ke blok A32 jam 11.45 WIB, ancak selesai baru 49%. Seharusnya di jam ini, ancak sudah selesai lebih dari 70%.
Kita harus membuang kecenderungan kita terhadap orang yang harus kita kawal (misal: karena si A gampang di suruh, sering terjadi (psikologis manusia) kita lebih suka datangi si A ini – ini dari sisi kontrol tidak baik).

Idealnya : pada saat apel sore semua mandor harus bisa mengcluster (mengelompokkan) tenaga kerja yang dia awasi minimal 3 orang outputnya paling rendah (lihat di monitoring output, perolehan janjang panen, dll). Setelah didapatkan cluster orang-orang ini, besok fokus mengawal/mengecek 3 orang ini – kita wajib menduga, penyebab produktifas nya rendah karena pokok tidak terpanen/areal tidak tuntas. Berdasarkan pengalaman: cek absensi TK, cek monitoring mutu buah, cek DPP, cek upah. Output bermasalah atau mutu buahnya bermasalah atau ancaknya bermasalah – berbanding lurus dengan TK yang jumlah ijin/mangkir lebih banyak, upahnya cenderung rendah, karyawannya selalu protes, menjalankan instruksi lambat atau malah tidak dijalankan sama sekali.

5. Kerjasama team kurang sinergi, cenderung bekerja sendiri-sendiri.

Penyebabnya : komunikasi, target itu bukan WAJIB tapi SUNNAH, semangat untuk lebih baik dari hari ke hari “TIDAK TUMBUH”, bekerja seperti air mengalir, atasanya/pimpinannya “TIDAK PEDULI”, permasalahan team tidak langsung diselesaikan dengan segera, merasa senang kalo teman kesusahan, selalu mencari alasan, selalu memburuk-burukkan orang lain (nginjak kepala teman), selalu merasa diri sudah hebat/jago, dll.

Cara menyelesaikannya : menumbuhkan kesadaran di dalam setiap individu (masuk dalam team), pentingnya bekerjasama – karena target divisi adalah target team, fundamental yang harus dirubah adalah komunikasi, siap untuk dibantu, rendah hati, kemudian tidak sombong kalo membantu dan dibuatkan jadwal diskusi rutin (bisa bahas kerjaan, bisa coaching, bisa membangkitkan spirit, bisa mendengar keluh kesah, bisa cerita masa depan, bisa cerita yang lain).

Visit Area Controller 1 ke BHJE 02 Blok A32 dan A33, Senin 07 September 2020
Visit Area Controller 1 ke BHJE 02 Blok A32 dan A33, Senin 07 September 2020

6. Target tuntas dan bersih HARGA MATI serta selesai satu seksi satu hari – ini hanya diucapin, tidak merasuk ke dalam diri dan terimplementasi dalam keseharian

Penyebabnya : semangat untuk menjadi diri/team/divisi/estate yang terbaik “MINIM SEKALI” terbangun di dalam setiap individu yang ada di team, terbiasa melihat yang kotor dan atasannya tidak memperkarakan. Psikologis manusia tidak mau direpotkan, walalupun itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya.

Cara menyelesaikannya :
Perkarakan yang tidak selesai dan minta pertanggungjawabannya, SETIAP HARI harus dilakukan. Ini ditopang oleh disiplin dan konsisten melaporkan secara jujur monitoring pergerakan ancak.

7. Memanen Buah matang yang tidak standard.
Penyebabnya : disiplin pemanen yang masih rendah, kontrol yang masih lemah dan paku mati di target harian.
Cara menyelesaikannya : harus semua mendudukkan standard matang panen (misal: MRS 5), jika ada yang melanggar harus diberikan denda – tujuannya untuk memberikan efek jera.

Simulasi Ha Cover-AKP-Pusingan - Sumber : Bapak Guntur Hamonangan Hasibuan (PC KalTeng)
Simulasi Ha Cover-AKP-Pusingan – Sumber : Bapak Guntur Hamonangan Hasibuan (PC KalTeng)

8. Budaya evaluasi dan monitoring “masih lemah”, sehingga administrasi itu seharusnya jadi kompas menjadi tidak dijadikan KOMPAS.

Monitoring Pusingan Panen Tidak Update
Monitoring Pusingan Panen Tidak Update

Penyebabnya : kebiasaan menunda, kan ada kerani yang mengisi, achhh tidak pernah dicek sama Estate Manager/Area Controller, ntar besok lah… masih ada yang bening harus jadi prioritas, achhh sudahlah dibuat aja (menggampangkan, menyepelekan), merasa sudah dikerjakan mandor/kerani, hadeuhhh… uang sekolah anak… nanti aja diupdate, achhh banyak kali pun permintaan BGA ini, EM/AC lontong, bla… bla… bla… dst ya Cuyssss.

Cara menyelesaikannya:
Kita identikkan saja kita masuk ke hutan yang tidak pernah kita masukin. Apa yang terjadi kalo kita tidak punya kompas?… yang pasti Mbro… TERSESAT, ke tujuan pasti lebih lambat, diajak bunian (hantu hutan), gak tentu arah, gerundel/jengkel di hati, dll.
Kita harus sadar diri, administrasi sebagai monitoring itu… JADIKAN KOMPAS Mbro, biar Anda tidak tersesat, tidak ada celah untuk tidak mengUpdate.

9. Master Ancak yang sudah dibuat, dijadikan “Bungkusan Cabe”
Ironi ya, bermalam-malam membahas master ancak, tabulasi ancak, sampai dicontohkan/diperagakan – tapi tidak dijadikan acuan di lapangan, sehingga mempermudah dalam pengancakan tenaga kerja panen. Parahnya lagi, tenaga kerja panen diserak di setiap blok – PARAH, tujuannya apa… profesor manapun gak bisa jawab ini.
Yang pasti… sudah merencanakan karyawan tidak betah, pemburukan divisi/estate. Planters jaman dulu sudah melakukan trial beratus atau mungkin ribuan kali, untuk cara terbaik menerapkan sistem panen BHS itu, pakailah tabulasi ancak dan master ancak yang sudah dievaluasi dan diterapkan di lapangan. Kok masih punya cara sendiri ya?… nyatanya semakin panjang pusingan dan semakin parah performance quality….

Pusingan Panen Merencanakan Pemburukan
Pusingan Panen Merencanakan Pemburukan

Sudahlah… lakukan dan terapkan yang sudah dilakukan Planters jaman dulu. Pakai tabulasi ancak atau master ancak sebagai acuan penerapan ancak di lapangan. Jika sudah diterapkan ternyata masih ada kendala, dievaluasi kembali dan dilakukan revisi.

10. AKP main tembak-tembak
Ini budaya yang HARUS DIBERANGUS, karena berbohong alias PENIPU. Karena tipu-tipu, menentukan kebutuhan tenaga kerja dan unit menjadi tidak tepat. Dudukkan dan terapkan ambil sampel AKP yang benar-benar mewakili dan jujur. Jika panen besok hari 3 blok, ambillah sampel AKP di 3 blok tersebut, bukan 1 blok saja.

11. Ownership estate (Estate Manager) harus intens (visit, quality check, spot check, surprise check) ke divisi yang cenderung bermasalah.
Secara narasi Estate Manager itu tau beliau harus fokus ke divisi mana, tapi nyatanya?… Ngecap, Bulshit!!! Kenapa?…
– Mungkin divisi yang harus menjadi fokus, tidak langsung menjalankan (mengeksekusi) instruksi/arahan yang diberikan Estate Manager alias mengabaikan/pembangkang/rasain loh EM… ngomong doank.
– Terlalu banyak masalah, sehingga menjadi GAGAL FOKUS.
– Digangguin sama departemen lain (harus didampingi, harus ke Desa, harus ngurusin maling, harus… harus… harus… sehingga tugas dan tanggung jawab utama terabaikan).

Cara menyelesaikannya :
– Fokuslah ke tiga akses utama dulu (A1, A2, A3), di luar kongsi kerja panen. Jika masih ada masalah di tiga akses ini, TIDAK BOLEH melakukan pekerjaan lain. Keharusan ini di semua team tertanam dan terimplementasi dalam kesehariannya.
– Lakukan penekanan berjenjang ke divisi yang menjadi fokus pemeriksaaan/pengawalan. Estate Manager harus bijak (bukan mengedepankan suka atau tidak suka, karena Asisten kurang tampan, kurang bisa ikuti selera, dll) dan mengedepankan PROFESIONALISME KERJA. Misal: jika yang bermasalah adalah performance panen, EM harus memberikan edukasi ke Asisten/divisi yang bermasalah cara tepat untuk mendapatkan performance excellent, mendemonstrasikan langsung di lapangan.

Contohnya : fokus melakukan quality check di areal-areal yang berpotensi masalah (peringgan, pinggiran parit, pokok under prunning, piringan semak, palungan) dan TK panen yang bermasalah (3 orang output terendah). EM harus memastikan ini terjadi… ditagih, surprise check, dievaluasi dan dibuatkan langkah perbaikannya).
Atau yang pernah kita diskusikan: jika kondisi saat ini performance POOR untuk mencapai excellent – 4 tingkat di atasnya. Jadi jumlah cek 3 x 4 = 12 cek harus semua melakukan (9.600 pkk = 73,84 Ha, SPH = 130 pkk/Ha). Intinya : pengecekan itu harus jujur dan sampelnya mewakili.
– Munculnya masalah pasti berproses, tidaklah langsung muncul masalah. Berarti dalam hal ini ANTISIPASI dan KESEGERAAN BERTINDAK KITA yang lambat, sehingga tidak dilakukan atau dilakukan tapi selesai… lama kelamaan masalah semakin banyak dan bingung menyelesaikan mulai dari mana. Pesan morilnya : masalah ya tetap masalah… MASALAH HARUS DISELESAIKAN.
– Seorang Estate Manager harus membuat “tentative kalender”, diinformasikan ke atasan (AC, RH). Estate Manager punya rute khusus, jika ada tamu harus berani menyampaikan baik-baik fokus kalendernya ke mana….
Egoisme diri untuk melakukan daily activity harian harus NGOTOT dan dilaporkan, agar atasan/pimpinan yakin terhadap activity managernya… ini baru keren.

Susun Pelepah Zig Zag A32, Selasa 07 September 2020
Susun Pelepah Zig Zag A32, Selasa 07 September 2020

Sumber : Hasil diskusi Area Controller 1 dengan team SMNE (Bapak Hermansyah, Bapak Yohannes dan Bapak Suryadinata)

Ikuti Saya

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

3 Comments

  1. Komentar Pak David untuk maksimalisasi angkutan unit, target “angkutan selesai jam 17.00 WIB dan Zero Restan”:

    Kami perbaikin sistem transpot Divisi 1 Pak AC.
    Dengan cara:
    1. Memastikan Pemanen mulai berangkat pukul 05.30 Wib dan Mulai memotong Jam 06.00wib.
    Dengan rata – rata Cutter Divisi 1 32 TK yang 1 rit nya 380- 390 Jjg dengan Ton: 6500kg maka 1 Tak cutter 11 Jjg/ TK.
    Dengan asumsi waktu 0.05 menit/ Jjg. 07.15 wib sampai TPH dan siap angkut.
    2. Memastikan Sistem Panen BHS berjalan dengan baik dan benar ( PIC Ast, Mandor 1 dan mandor panen)
    3. Memulai sarapan pemanen setelah 07.30 Wib
    4. Memastikan Alat sore hari sudah siap digunakan besok pagi. ( Deklarasi Alat panen siap digunakan Pic mandor panen)
    5. Laporan JJG panen oleh krani panen sampai jam 7 ( PIC krani Panen) ke grup Wa divisi/ Estste.
    Demikianlah saya sampaikan
    Time Frime : sabtu: 26 September 2020.

    1. 11. Masalah lain Corectif Pruning tidak berjalan baik, membuat disaat Progresif pruning dilakukan seakan akan AKP ( angka kerapatan Panen) buah dipanen di Rotasi lalu membuat pusingan memanjang.

      1. – Tuntas dan bersih harga mati – memastikan check… check… check… ReCheck.
        – Maintain karyawan agar mereka betah dan tingkatkan produktifitas kerja.
        – Permudah mereka bekerja (masang titi panen, piringan bersih, prunning standard, TPH bersih, pasar pikul bersih, dll)
        – Keadilan dan hak benar-benar ditegakkan.

  2. The Most Popular Traffic Exchange
    Ambil Keputusan Sekarang untuk Perubahan Hidup Anda - Take Action Sekarang dengan Komunitas Dash2 untuk Meraih Income Eksponensial di Bisnis eCommerce

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia