Cara Ampuh Agar Tidak Lalai atau Segera Bertindak

Lalai adalah sesuatu perbuatan yang selalu menunda atau tidak mengindahkan atau pun tidak menjalankan sesuatu yang telah diperintahkan dengan baik dan benar. Di dalam agama islam sifat lalai itu termasuk sifat orang yang merugi artinya ketika seseorang tersebut lalai maka dia akan lupa dan ketika dia telah lupa maka segala sesuatu yang telah di perintahkan atau di instruksikan tidak akan dijalankan. Maka dari itu ketika kita di perintahkan untuk mengerjakan sesuatu “Just do it” ayooo.. lakukan tanpa harus ada kata menunda ataupun nanti. Sehingga semua perintah bisa dapat dikerjakan dengan baik.

Kita harus menyadari setiap manusia pasti akan ada namanya lupa/lalai, sehingga ketika itu terjadi pada diri kita ataupun kehidupan, kita harus mempunyai cara agar lalai/lupa tersebut tidak terjadi pada diri kita/kehidupan kita.

Perintah/instruksi yang diberikan kepada kita termasuk sebuah kepercayaan dan tanggung jawab kepada kita sehingga ketika itu tidak berjalan maka sebuah kepercayaan ataupun tanggung jawab yang telah diberikan kepada kita akan hilang. Ada beberapa cara untuk kita mengatasi setiap kelalaian/kelupaan pada diri kita salah satunya dengan cara selalu membawa buku catatan kecil dan selalu mencatat apa yang menjadi perintah/instruksi kepada kita. Sehingga setiap waktu kita bisa selalu melihat tugas atau pun kerjaan mana yang belum kita kerjakan dan kita bisa langsung menyelesaikan pekerjaan tersebut tanpa menunda ataupun nanti.

Kita harus mengetahui kebutuhan didalam hidup kita sehingga kita bisa melihat kepentingan dan manfaat di dalam nya. Seperti contoh yang ada pada gambar di atas ini. Kita mengetahui gambar tersebut hanyalah sebuah tempat cuci tangan akan tetapi jika kita melihat lebih dalam maka kita tidak hanya sekedar melihat tempat cuci tangan akan tetapi kita melihat manfaat dari tempat tersebut. Disaat kondisi Covid-19 seperti ini kita diwajibkan harus selalu mencuci tangan dengan sabun, sehingga kegiatan mencuci tangan menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan kita sekarang demi menjaga kesehatan kita. Dengan seperti itu kita mengetahui ternyata dengan mencuci tangan banyak manfaatnya dalam hidup kita terlebih didalam kondisi Covid-19 ini.

Pesan dari cerita saya ini :

  1. Kita jangan pernah lalai/lupa dengan segala instruksi yang telah diberikan dikarenakan ketika kita lalai maka kita termasuk orang yang merugi.
  2. Ketika kita menjadi seseorang yang sering lalai/lupa maka kita harus bisa membuat suatu perbaikan diri agar sifat lalai/lupa dalam diri kita itu bisa hilang.
  3. Selalu membawa catatan kecil untuk bisa mencatat segala instruksi/perintah dari pimpinan dan kita bisa langsung “Just do it” ataupun Action.
  4. Kita harus selalu peka dan perduli terhadap lingkungan sekitar kita. Dikala kondisi-kondisi seperti ini kita harus mengetahui mana yang akan menjadi kebutuhan di dalam kehidupan kita dan apa kepetingan serta manfaat di dalam kehidupan kita.

Demikian cerita/narasi singkat dari saya, mungkin bagi pembaca lainnya ada komentar ataupun masukkan akan saya perbaiki.

Saya ucapkan sekian dan terima kasih.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

11 Comments

  1. Hosting Unlimited Indonesia
  2. Keren Cuy… Implementasikan dalam tindakan keseharian. Memang manusia itu sudah ditakdirkan dalam dirinya sifat baharu (pelupa), biar gak lupa “DICATAT atau DITULIS”, sehingga Anda akan ingat kembali. Semua tindakan cenderung apa cara pandang kita melihatnya, jika paradigma menerima sesuatu instruksi (mind input) digampangkan/disepelekan, maka otak kita memproses bukan sesuatu hal yang penting – maka dalam diri terjadi proses – muncullah dominansi sifat baharu dalam diri.

    Kesegeraan bertindak, yang harus ditanamkan dalam diri #SelaluMerasaTerancam – jadikan semua arahan/instruksi itu menjadi sesuatu yang penting, harus dilakukan.

    Ingat Cuys…
    Dengan bertindaklah, baru ada hasil. Tanpa tindakan, itu namanya narasi/konsep. Sama seperti buat anak, kalo dibayangkan saja – yang terjadi tangan yang bekerja – ini namanya…. (red: dosa besar). Bisa jadi anak gak?… jelas gak bisa Mbro. Harus bertempur dan mengeksekusi sampai keringat berdarah-darah… itu pun masih berpotensi belum jadi anak…. ye ye ye, merajuk ya !

    Jadikan kejadian ini menjadi pembelajaran berhargamu, agar kau SADAR dan PAHAM serta lebih kau kenali dirimu.

    Semangat Cuys, gak usah jera yowhhh….

    1. Ini juga pukulan keras buat saya Dan Tim BDME 1. Kemalasan untuk bertindak cpt. Sering menunda hal hal biasa dan hal hal kecil membuat menjadi besar. Dan bingung mau melakukan apa pada akhirnya. Karena malasah dtng sering di tunda.
      Agar tidak lupa atas intruksi Pimpinan kerjakan Saja langsung.
      Terkadang sifat manusia menunda karena selalu nyaman dengan keadaan itu, ah… Nanti juga bisa, ah…. Cuman seperti itu… Ah bntr aja ku kerjakan… Ah… sekalian aja nanti. Ah…. Belum penting… Ah….. Hbs ini ku kerjakan ah… Emang bisa aku mengjerkankan nya.
      Dari pada menunda ah oh ah.. dikerjakan sudah selesai.
      Mksh pak Rizal tuliskan memukul diri saya. Untuk berlebih bertindak

  3. Sesuatu/ apa yg kita lihat dan itu harus dikerjakan dan harus dilakukan, kalau kita masih ada rasa malas sampai kapanpun itu tidak akan pernah dikerjakan..Tetap berjalan dan berpikir dengan positif bahwa setiap permasalhan akan indah pada waktunya..tks pak rizal atas tulisan atau narasi yg bapak tulis, , itu sangat membuat saya berpikir dan berpikir bahwa itu ada didalam diri saya pribadi, dan membuat saya terus tetap semangat untuk menjalani kehidupan saya..

  4. Kelalaian kerap kali datang, Jika lalai terhadap diri sendiri maka kerugian hanya terjadi pada dirinya sendiri. Tapi jika kita kelalaian terhadap kepentingan orang banyak maka kerugian juga berdampak bagi banyak orang pula. Maka dari itu artikel ini mengingatkan kita kembali agar kita tidak membiasakan diri untuk lalai. Tetap semangat untuk kita semua untuk tetap bertumbuh.

  5. Wah terimakasih Pak Rizal sudah sharing, tulisannya sangat bermanfaat untuk self improvement.

    Lalai bukan hanya merugikan diri sendiri tapi merugikan orang lain. Apalagi di lingkungan kerja, dampaknya akan sangat besar.

    Mengubah kebiasaan dari lalai menjadi cepat tanggap memang tidak mudah. Tidak cukup hanya niat saja yang besar, tapi perlu tindakan konkrit yang harus dilakukan secara konsisten dan berulang. Memang butuh waktu, namanya juga berproses. Mie instant saja perlu waktu untuk dimasak. Apalagi kebiasaan yang sudah lama melekat dalam diri, pasti butuh waktu untuk mengubahnya. Namun sesulit apapun rintangan, jika mau, pasti bisa.

    Setuju dengan pernyataan bapak bahwa mencatat itu penting. Karena dengan mencatat kita bisa monitoring rencana kerja yang sudah kita buat, serta menghighlight perintah atasan. Kadang sudah dicatat masih saja berpotensi lupa. Apalagi hanya mendengarkan tanpa mencatat, pasti potensi kelalaian semakin besar.

    Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang merugi.
    Semoga tidak ada lagi kata nanti.

    1. Proses perubahan diri dalam diri sangat dibutuhkan “keyakinan, kemauan dan sabar dalam menjalani proses“. Budaya diri terbentuk, karena kebiasaan bertindak yang dilakukan terus menerus. Jadi, untuk membuat diri melakukan sesuatu yang baik, lakukan kebiasaan dalam bertindak berpola baik. Harus biasa MELAWAN kemalasan diri untuk membuat tindakan baik dilakukan secara terus menerus. Next….

  6. Wow…malas adalah sifat yang banyak dalam diri manusia, apalagi dalam diri saya sendiri. Kebiasaan menunda membuat hal-hal yang diharapkan tinggal menjadi angan-angan saja karea tidak terjadi. Lebih dari itu karena tidak berbuat maka kita tidak dapat belajar secara empiris tentang sesuatu hal yang baru. Terimkasih pak Rizal atas tulisannya, menjadi pengingat dan pemukul bagi diri saya agar senantiasa memperbaiki diri dan tim. Perubahan dilakukan dengan berbuat dan tidak menunda, berproses dan akhirnya manjadi baik. Sehingga membuat kita menjadi teladan yang baik bagi tim

  7. The Most Popular Traffic Exchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares