Finalisasi Sensus BBC 3, Tenaga Kerja dan Penuntasan Program Kerja Tahun 2020

Dilakukan pada Rabu malam, 02 September 2020, jam 19.00 WIB
Peserta: RH Mentaya, PA, AC 1, support Area 1, All EM, Manager traksi, CE, KTU, Kasie Wilayah.

Seorang planters di Area 1 Regional Mentaya fokus keseharian : “Peningkatan Produksi, Performance Excellent, Biaya Terkendali dan Perbaikan Kondisi Lapangan (field condition)“.
Weakness masing2 estate atau celah perbaikan apa yang harus diangkat untuk Continuous Improvement (CI). Sebagai AC harus bisa mendorong teamnya untuk melakukan CI di step Do, Check dan Action. Area 1 masih di level F2 menuju F3, masih berpikir dan bertindak sederhana. Minggu pertama sudah harus masuk di level Do.

Alas berondol (BAGE, BHJE)
Metode pengancakan di areal berbukit (di SMNE)

Apresiasi (piagam dan uang) diberikan yang sudah membuktikan:

Miftah R Nasution (terbaik BHS Area 1)
Eko Wahyudianto (terbaik BHS ke-2 Area 1)
Angga W Ariyanto (terbaik BHS ke-3 Area 1)
GMKE (Estate terbaik)
SMNE (Best BMS)
Sugiarto (pencapaian produksi capai budget dari 22 divisi)

Ukuran semua itu adalah peningkatan produksi (tumbuh) atau target kerja tercapai. Kalo tidak ada korelasi berarti ada miss leading.
Jadwal panen kebun di seputaran kita harus lebih peduli dan paham. Seorang leader WAJIB TAU, kapan eksternal panen dan tau estimasi panen yang bakal dikeluarkan.

BHJE, BDME — harus presentasi jadwal panen kebun masyarakat, 2 hari ke depan

.
Mengkhawatirkan di GMKE karena tidak tumbuh, BHJE tidak tumbuh. Secara overall yang tumbuh di BAGE.
Outlook produksi Regional Mentaya : 603.930 ton, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk 103 hari kerja :

Area 1 : 1.155 ton/hari
BAGE : 195 ton/hari
BHJE : 210 ton/hari
SMRE : 164 ton/hari
SMNE : 149 ton/hari
BDME : 179 ton/hari
GMKE : 290 ton/hari

Untuk pak Daru R.F (task force) : khusus mengcover pekerjaan perawatan di divisi 3, 4 SMNE.
Pemenuhan TK panen di support, EM memastikan karyawan betah, sehat jasmani dan rohani.
Plasma boleh pakai unit kontraktor untuk angkut TBS, kebun rawan ubah pola panen, angkutan TBS jam 17.00 WIB paling lama (GMKE, SMRE, SMNE). Divisi 1 BDME sering restan ditemui dan Divisi banyak celah TBS dicuri.

Masukan Pak PA :

Ini kemauan kita untuk mencapai angka tersebut di atas (diwujudkan). Kawal anggota dan capai harian, begitu juga di pihak lain masih banyak yang tidak dipanen. Kita harus selalu membimbing, ke depan kita sama-sama maju. Secara harian ditagih target yang sudah dibagikan, diorganisir, diperbaiki jalannya, disupport dan diinfo juga KanBan TBS. Semuanya mengarah ke satu tujuan, jangan-jangan TBS malam, dikondisikan oleh pihak tertentu untuk dimaling TBSnya. Semangatnya cepat tuntas TBS.
Semprot dan pupuk mudah dibuat, lebih mudah dilengkapi. Kenapa susah sekali capai excellent?…
Semua harus diatur dan sumber daya pendukung dilengkapi. Memasang portal itu mudah dan mengkondisikannya butuh kejelian kita. Bergaul dengan lingkungan itu perlu dibangun dan hubungan baik. Bagaimana menghargai lingkungan, harus dipelajari caranya…

Kesiapan TK dan support TK :
SMNE : 12.600 ton menjadi 15.500 ton di Q2, seharusnya 15.300 ton
SMNE : 180 TK dari 174 TK untuk mengejar target produksi 2020.
(Kendala HKE, asal TBS ada – eksploitasi TBS yang ada).

BJR tidak boleh turun, penambahan BJR pada tanaman muda bisa mencapai 0,3 – 0,4 kg/bulan. Peningkatan volume produksi bisa meningkat, karena menambahnya luasan panen.

BHJE : 21.616 ton menjadi 20.670 ton, seharusnya 21.615
Design seksi 7 hari, tenaga kerja dibuatkan 147 TK disupport.
Ouput 1,3 ton/TK diharapkan menjadi 1,59 ton/TK.

BAGE : 20.065 ton menjadi 18.493 ton, seharusnya 20.065 ton
Ada kenaikan jjg/pkk 18% (2,77 jjg/pkk Q2, 3,27 jjg/pkk Q3).
Sandingkan pokok produktif dan BJR.
Medical check up ditingkatkan, langsung bekerja.

GMKE : 24.000 menjadi 25.166 ton, seharusnya 26.760 ton

SMRE : 13.401 ton menjadi 15.975 ton (155 ton/hari – 160 ton/hari), seharusnya 16.850 ton
Harus growth, kerja harus melogika. Average 150 – 160 ton/hari.
Divisi 1 : 50 – 60 ton/hari.
Divisi 2 : 40 an ton/hari
Divisi 3 : 65 ton/hari
Output Agustus 2020 : 1,46 ton/TK. Kekurangan TK sebanyak 31 TK.
Salah satu karyawan tidak betah, karena kejahatan tidak diberangus.
Primacom seharusnya menambah tonase.

BDME : 16.003 ton menjadi 16.251 ton, seharusnya 18.395 ton
Div 1 : 75 ton/hari
Div 2 : 40 ton/hari
Div 3, 4 : 45 ton/hari

Finalisasi Area 1 : 1.088 ton/hari Area 1
Wilayah 1 masih kurang 80 an TK.

Ikuti Saya

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia