Jenderal yang dibuang

Sebuah negara perang,seorang panglima perang mengarahkan suatu misi untuk mempertahankan negaranya,semua senjatapun di gunakan untuk berperang bertujuan mempertahankan negaranya,dan salah satu anggotanya dalam perang mengunakan bom beracun,saat bom beracun itu di gunakan presiden mengetahui bom itu” tdk bobeh di gunakan untuk perang”(karena di larang oleh PBB),dan panglimapun di panggil presiden untuk mempertanggung jawabkan atas kesalahan anggotanya,sang panglima di kenai sangsi tegas,harus d mutasi dan di turunkan jabatan,anggota yg di tinggalkan mempunyai panglima baru,dan harus berperang mempertahankan negaranya,sang anggota pun kocar kacir,karena setiap panglima baru memberi strategi perang yang sulit dipahami yang berakibat gagal dan gagal, banyak anggotanya yg gugur di Medan perang,panglima buangan pun juga berperang bersama jendral buangan juga di Medan tempur ,sama- sama mempertahankan negara yg sama tapi di Medan tempur yg berbeda,dan di medan tempur ini lah panglima buangan membangun strategi- strategi baru bersama sang jenderal baru untuk melawan penjajah,sedikit demi sedikit kita kalahkan penjajah itu ,sangat menyesal panglima buangan itu melihat anggotanya yg dulu kokoh sekarang rapuh,dan gugur satu per satu di Medan tempur,hanya doa yg bisa di bantu,semongga anggota panglima di beri kekuatan keslamatan,dan kapan dia bangkit berjuang bersamanya lagi,untuk meraih kemenangan panglima buangan bersumpah ” Saya akan kembali bersama kalian dengan Posisi brbeda”
Mungkin ini terjadi karena kesombongan diri saya dan ke angkuhan diri saya bersama pasukan saya. Mengapa? Hal membuat kita hancur “ banyak orang merasa dirinya hebat karena orang tersebut tidak mengenal diri nya.

By: Slamet Riadi.

David Randa Sembiring
Latest posts by David Randa Sembiring (see all)

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

19 Comments

  1. Mantap Mbro… tetap semangat.
    Sukses dan gagal itu juga berproses, bukankah kita juga menjadi seperti sekarang ini JUGA BERPROSES?…
    Kadang bahagia, kadang tertawa, kadang menangis, kadang kecewa, kadang tersayat… inilah letak keadilan dari yang TUHAN ciptakan di muka bumi ini. Semua itu akan indah, pada suatu ketika – jika yang kita tanam kebaikan dan keindahan. Kebalikannya semua itu akan pahit dan menyakitkan, jika yang kita tanam itu keburukan/kebohongan/kesombongan/keangkuhan/ketamakan/dll.

    Tuhan mencoba kita… ada yang diberi kesenangan dan ada juga yang diberi kepahitan/cobaan/penderitaan. Semua ini bukti “tuhan sangat sayang dengan kita ummatNya”.

    Silahkan baca : Indahnya Sebuah Cobaan

    Tetap semangat aja menjalani hidup ini. Jenderal yang tetap jadi jenderal, tanpa ada meyerah, tanpa ada kata putus asa. Buktikan jenderal itu benar-benar mengedepankan “patriotisme dan jiwa corsa” untuk kebaikan dari apa yang diinginkan prajuritnya.

    Tetap semangat jenderal…
    Buktikan Anda “jenderal yang selalu mengedepankan kebaikan, keadilan dan punya tujuan yang mulia”.
    Masa depan yang baik selalu menunggu kita… dekati dan raihlah.

    Good luck for All… !

  2. Jenderal ru harus diuji di berbagai medan perang untuk menjadikannya jenderal dan panglima handal. Proses itu tidak selalu pernah tahu dari mana sumbernya, yg bertahan dan memperbaiki diri yang akan tampil di depan

    1. Setuju Mr.
      Untuk menjadikan samurai (pedang yang indah saja) pastilah mengalami PROSES yang cukup panjang.
      – Sumber bahan baku : dari besi yang tidak mudah berkarat,lentur, tahan disepuh dan masih banyak syarat lainnya.
      – Proses pembuatannya : dibakar – dipukul – dibakar – dipukul – digrenda – dst —-> sampai menjadi samurai yang indah.
      Begitu juga dengan hidup ini, idealnya kita harus bersyukur dengan masalah/cobaan yang sedang kita hadapi. Pastinya Tuhan sayang dengan kita, kita semakin dewasa dan menjadi pembelajaran dalam hidup, yang bisa ditularkan kepada siapapun.

      Semangat Jenderal…!

      1. siap pak,
        Samurai dan Parang tebas sama-sama dari besi yg buat beda harga dan kelas adalah prosesnya. mau jadi apa kembali ke kita….semangat all team.

          1. oh iya pak, setuju pakai banget…..
            kalo ga suka proses maka ga tahan uji. Badai itu hanya menyisakan pohon terkuat (hantaman badai=proses)

          2. Kuncinya : berproses dengan baik, untuk membangun pondasi yang kuat pak.
            Jangankan badai, tsunami tidak akan merobohkan diri yang pondasinya kuat. Membangun pondasi kuat dalam diri, sederhana saja : jujur, tanggung jawab, berani, segera dalam bertindak, membantu sesama, sederhana, dll (red : 9 nilai-nilai BGA, baca yowh…).

          3. Seorang Jenderal yang tangguh tentunya pasti pantang menyerah dan seorang Jenderal yang kuat pasti tidak pernah mengeluh dan seorang Jenderal pun harus berani berkorban jiwa dan raga, harus mampu, mempunyai keyakinan untuk memenangkan pertempuran di medan perang, walaupun tetesan keringat bercucuran, darah bertetesan..
            Ketika sang Jenderal pernah gagal tidak menang dalam pertempuran dan harus di pindah tugaskan, sang Jenderal mengkaji diri, mengevaluasi pasti ada yang salah dalam melaksanakan tugas dan salah dalam mengatur strategi dalam pertempuran, Sang Jenderal harus lebih semangat, kobarkan semangatmu, berpikir positif mengatur strategi-strategi perang yang jitu sebelum malakukan pertempuran yang baru..
            Jenderal yang tangguh harus berani berkorban, jangan mengorbankan pasukannya..
            Ilmu dan senjata yang canggih harus di siapkan.
            Karena komando ada di Sang Jenderal..
            Pada akhirnya, Strategi perang di jalankan dengan baik dan kobarkan semangat untuk pasukan, pantang menyerah sebelum jadi pemenang..
            Tetap semangat Sang jendral..
            Ada keluarga yang selalu setia menunggu Sang Jenderal, pulang membawa kemenangan…

  3. Menurut saya tidak ada jendral yang dibuang itu, melainkan regenerasi tunas jendral kita untuk mulai belajar mengambil/mencoba sosok jendral tersebut. Bukan kah hakikatnya itu kita sebagai jendral berkewajiban untuk menumbuhkan tunas jendral yang baru? Dimana dalam “Negara” kita yang tercinta ini memutuskan untuk mereposisi jabatan jendral tersebut sebagai bentuk intropeksi kepemimpinan agar “Bangsa” yang dibawanya tidak hancur. Jadi kelak, jika menjadi jendral besar lagi, pasti kedepannya akan lebih baik dan lebih bersinar lagi. Karena apa? Pengalaman sebelumnya sebagai jendral yang terbuang itulah yang membuat Sesosok Jendral Besar mulai memimpin lg.
    Tegakkan pundakmu Jendral ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    1. Yes, menginisiasi jenderal baru untuk menjadi Jenderal yang “fighter man”. Yes, suasana baru itu perlu, agar kita lebih banyak mengintrospeksi diri. Film Angling Dharma saja, untuk menyempurnakan ilmu Kanuragannya di suruh mengembara sama Gurunya…. ha ha ha (red: pecinta Film Kolosol).

      Thanks Pak Lugman
      Reminder : Editing Video Tahap II dan Video Tahap III sudah ditunggu sama Meriam Belina, Pak… ha ha ha

    2. Jadi Jendral yang terbuang itu akan mengalami metamorfosis menjadi kupu kupu yang indah, sebagaimana ulat yang hina mengalami metamorfosis yang akan indah Menjadi kupu- kupu dewasa. Bukan kah waktu yang menjawab semua nya. Hari demi bagaiamana menjalani nya. Bagaimana kita berproses bertumbuh menjadi berguna. Karena orang yang menilai hidup kita.

      1. Berarti sebelumnya bukan “Jenderal dulu”, boleh lah dalam pemikiran dulu, karena apa yang kita pikirkan itu yang bakal terjadi.
        Seperti yang disampaikan Bung Karno “Hai anak muda, tanyakan dirimu selalu – sudah apa yang kau berikan terhadap Negaramu?…” atau “Berikan saya 10 orang pemuda, dunia akan berguncang”… emangnya gempa !!! hua hua hua

  4. Jendral yang berhasil itu dapat meninggalkan kelompok, organisasi dan sekutunya tetapi tetap dapat menjalankan yang sudah ditanamkan kebaikan sebelumnya dan pada akhirnya akan ada yang meneruskan untuk menjadi Jendral selanjutnya. Sama halnya dengan pemimpin (leadership) yang berhasil adalah pemimpin yang bisa menciptakan pemimpin baru (regenerasi) dan menjalankan hal hal positif yang sebelumnya sudah dilakukan oleh pemimpin pendahulunya.
    Sehingga pada akhirnya kelak akan ada dimana orang orang yang dipimpin oleh jendral tersebut merindukan kehadirannya ketika sudah tidak memimpin pasukannya tersebut. Bila kita selama menjadi Jendral memimpin dengan menanamkan kebaikan dan kebenaran kelak ketika kita terbuang dan harus regenerasi akan banyak juga yang merasa kehilangan tetapi tidak akan mengubah apa yang sudah ditanamkan oleh jendral sebelumnya.

    1. Jendral yang baik dan berhasil dapat meninggalkan kelompok, organisasi maupun sekutunya dengan kebaikan dan kebenaran. Dan tanpa adanya dia juga, sekutunya tetap dapat menjalankan kebaikan dan kebenaran yang sudah ditanamkan sebelumnya oleh Jendral tersebut.

    2. Makanya banyak ngurusin orang Cuy… biar bisa menciptakan Jenderal Baru… Wa ha ha ha – Merajuk !!!
      Jadi Jenderal “WAJIB” (saat ada semua merasakan manfaatnya, saat tidak ada banyak yang kehilangan alias merindukannya)…. next on !

  5. Sudah berjalan dan sudah terjalankan dong, ngambek……cuihhhh, kita harus bisa dewasa dalam menerima masukkan dan koreksi diri agar lebih baik kedepannya. Karena Jendral yang asli adalah Jendral yang bisa dan mampu sebagai ujung tomba dari para pengikutnya……sebab kita dilahirkan oleh sang Maha Kuasa sudah terlahir ada sebagai Leader (Jendral), Anggota (team) dan lain sebagainya. Kedepannya kita yang mengasah dan mengkaji diri kita kedepan mau bagiamana dan jadi apa…..

      1. Benar sekali, karena orang terlahir itu tidak ada yang GAGAL, hanya saja selama menjalani proses Kehidupannya Bermalas-Malas Ria, Mengeluh setiap harinya. Dan begitu juga kebalikannya, bila kita terus bergerak, melakukan hal-hal positif, Berikhtiar, dan tak Lupa untuk selalu senatiasa Berdoa kepada Sang Maha Pencipta maka KESUKSESAN itu akan sendirinya mengampiri kita.

  6. The Most Popular Traffic Exchange
    Ambil Keputusan Sekarang untuk Perubahan Hidup Anda - Take Action Sekarang dengan Komunitas Dash2 untuk Meraih Income Eksponensial di Bisnis eCommerce

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia