kapal tua

Kapal tua bersama Nahkoda muda

Cerita kapal tua yang telah berlayar bertahun-tahun dengan berbagai nahkoda dengan visi maupun misi tersendiri, dengan kejayaan dan kegagalan sendiri. Kapal tua sekarang dibawah kendali nahkoda muda dengan semangat mudahnya mulailah kapal tua ini berlayar. Begitu besar harapan ABK dan penumpang dengan berbagai sifat, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu bersandar dipulau yang indah dan mewah. Nahkoda muda selalu berpegang pada kejujuran, lebih baik tenggelam dalam kejujuran dari pada kebohongan yang menyelamatkan sesaat karena perjalanan ini membutuhkan waktu untuk belajar dan selalu belajar memahami semua sisi kapal tua ini. Awal perjalanan nahkoda muda pun selalu mempunyai tantangan, harus kuat bersaing dengan kapal-kapal mewah, ombak besar, badai, dan kebocoran kapal yang menjadi makanan sehari-hari harus kuat dia hadapi. Dengan tekad yang kuat nahkoda muda pun selalu memberi semangat dan keyakinan bahwa kita semua (penumpang & ABK)  mampuk kami mau kami juga bisa itu yang digaungkan nahkoda muda. Akan tetapi masih ada juga yang meragukan nahkoda muda faktanya masih banyak kebocoran yang terjadi dari dalam kapal itu sendiri karena kebodohan penumpang yang tidak sepaham dengannya padahal penumpang tersebut menyadari bahwa dia tidak bisa berenang dan tidak bisa kemana-mana dia membutuhkan kapal ini, jika itu dibiarkan terus menerus bukan tidak mungkin kapal ini akan tenggelam. Dengan sifat tegasnya nahkoda muda pun tidak segan-segan mencampakan penumpang gelap, penumpang yang tidak mau mingikuti aturan kapal. Tak jarang juga masih ada penumpang dan abk yang nekad melompat kelautan untuk mencari kapal lain atau malah tenggelam dengan keadaan. Suatu ketika nahkoda muda pun melambatkan laju kapal karena melihat ombak tinggi menghadangnya, nahkoda muda pun kebingungan karena ada empat kapal disitu di lautan yang sama dan arus yang sama tetapi rasanya berbeda. Nahkoda muda pun berkata kepada seorang abk “ kita dihantam ombak yang tinggi atau kita berada disegitiga bermuda kenapa kapal sebelah santai dan tenang-tenang saja” cakapnya. Nahkoda muda pun bingung apa bisa melewati ini semua atau akan tenggelam dengan ketidakjelasan ini, kompas yang tidak mendukungnya tetapi membingungkannya dengan arah yang ambigu. Tak cukup disitu nahkoda muda pun selalu dipusingkan dengan abknya. Dengan abk mudanya bukan hal yang mudah untuk menjalankan satu komando, Masih sering abknya melakukan kelalaian dan sering main-main bahkan memperlambat laju kapal karena sifat egoisnya, belum bisa melakukan amanah dan tanggung jawabnya dengan baik.  Dengan perjalanan yang masih panjang dan berliku-liku terkadang nahkoda mudah pun merasa jenuh, lelah, tetapi dia tau mempunyai tanggung jawab besar yang dia emban. Nahkoda muda selalu berpesan kepada penumpang berilah saya keyakian bahwa saya mampu jadilah penumpang dan abk yang militan, yang mengikuti komandonya supaya kita bisa berlayar seirama dan dapat tercapai tujuan kita bersandar dipulau yang indah dan mewah.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

3 Comments

  1. Hosting Unlimited Indonesia
  2. Keren… keren… keren… thanks Pak Satova sudah berbagi.
    Tulisan yang sangat inspiratif dan perlu pemaknaan/pemikiran yang mendalam. Dengan diumpamakan sebuah “kapal yang sedang berlayar” untuk mencapai tujuan “darat atau pulau yang indah”.

    ya ya ya…
    Ijin kasih komentar ya pak… Di saat kapal berlabuh, penumpang harus TUNDUK DAN PATUH serta MENJALANKAN apa yang diperintahkan oleh Nakoda. Saat Nakoda mengatakan “semua penumpang tenang di tempatnya masing-masing – semua penumpang harus diam”. Saat itu sudah terjadi, kekuatan secara internal di sisi kapal sudah mumpuni…

    Namun perlu diingat… segala potensi resiko atau bahaya tetap selalu ada.
    Berpotensi dihantam ombak besar dan angin kencang…
    Berpotensi kapal bocor, walaupun tidak ada yang membocorkan.
    dan potensi resiko eksternal lainnya…

    Intinya KEWASPADAAN atau KEHATI-HATIAN harus selalu dibangun di dalam diri dan team.
    Percayakan kepada Nakoda.
    Jika Nakoda salah, sampaikan secara baik-baik agar Nakoda kembali ke tugas dan tanggung jawabnya.
    Selalu belajar dari segala masalah yang dihadapi.

    Demikian pak, tetap semangat !

  3. Izin komentar pak satova:
    Keren ini nakhoda: pimpinan unit, unit Regu
    Kapal ini divisi.mungkin ya…..

    Kapal tua dan muda nan mewah menurut saya punya tujuan yang sama bersandar pada pulau tujuannya yang dituju. Apa jika divisi ya : quality Yang baik meliputi : Ripe > 85% untuk, 0% mentah dan Jankos, buah tinggal Nol, Brondolan tgl nol disetiap lini, kuantiti ( Ton) ya target dapat tanpa menurunkan standar, Biaya dikendalakan, Kondisi lapangan baik, pruningan terjaga, pasar pikul dan piringan kita kotak, jalan bisa di lewati setiap saat. Dan lain lain.

    Kecenderungan suatu kapal tua “Tidak percaya kepada nakhodanya” karena nakhoda terlalu muda, bukan dewasa tidak di nilai dari umurnya, tapi kan dinilai dari bagaimana membawa dirinya dan tim nyam mksd nya : kebijakkan, Pembawaan diri, dll.
    Sebaik dan sehadal apapun nakhoda jika AKB( anak Buah Kapal) dan pemumpang semua nya tidak mempunyai misi yang sama pasti kapal mewah tidak akan pernah sampai pada tujuan kapal.
    Kumpulkan semua pumpang, ajak duduk bareng satu visi jika anda mempunyai tujuan dan visi yang sama bersandar dipulau yang indah.

  4. Siap pak. Keselamatan isi kapal menjadi tanggung jawab Nahkoda, disitulah kami harus militan harus 1 komando dari nahkoda. Supaya bisa membantu dan menjadi tanggung jawab bersama.

  5. The Most Popular Traffic Exchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
error: Content is protected !!