Think Positive!

Kebiasaan Baru

Kebiasaan baru merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan dengan hal-hal yang baru tetapi berjalan secara terus menerus hingga tidak putus begitu saja, bila kita kaji lebih dalam mengenai kebiasaan baru dapat disimpulkan merupakan sesuatu yang sudah kita tanamkan dalam diri kita sebelumnya dan kita jalankan secara terus menerus tanpa henti dan membuat suatu pembeda daripada sebelumnya hingga terlihat suatu pembeda dari kebiasaan lama dengan kebiasaan baru.

Dalam prakteknya, merubah kebiasaan buruk tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah karena merubah kebiasaan sangat dipengaruhi oleh perubahan pikiran (mindset) dan sikap (attitude), dimana pikiran dan sikap seseorang telah tersanda oleh paradigma negatif. Jikapun terjadi perubahan, hanya sebentar saja, tidak kurang dari tiga bulan, setelah itu dengan mudah kambuh kembali. Pakar perubahan perilaku menjelaskan fenomena mudah kambuh setelah mengalami perubahan karena mereka yang baru saja mengalami perubahan tersebut belum stabil emosinya.

Perubahan Hidup dengan Kebiasaan Baru
Perubahan Hidup dengan Kebiasaan Baru

Alan Deutschman (2008) dalam bukunya “Change or Die” membahas mengenai” 3 R : Relate, Repeat, Reframe”.

Relate — berkaitan dengan upaya untuk membangun sebuah relasi baru, komunitas baru yang memungkinkan perubahan-perubahan yang sedang dilakukan bisa terjadi karena ada: dukungan, motivasi, dorongan, teguran, kedisiplinan, dan kebersamaan dari orang-orang yang menjadi bagian dari relasi atau komunitas baru tersebut. Artinya perubahan itu tidak mungkin dilakukan dalam relasi atau komunitas yang lama. Menciptakan relasi baru adalah langkah mendasar untuk memulai perubahan.

Repeat — adalah semangat untuk mengulang kebiasaan, perilaku, maupun ketrampilan yang baru secara kontinu dalam sebuah komunitas yang mendukung perubahan itu. Perubahan pada dasarnya adalah menciptakan kebiasaan baru, perilaku yang baru, memiliki ketrampilan yang baru, cara berpikir yang baru. Karena itu “repeat” adalam kunci untuk memastikan bahwa pengulangan yang konsisten dan kontinu akan mendorong perubahan yang revolusioner dalam setiap individu

Reframe — adalah membingkai ulang proses perubahan yang sudah dilakukan dengan sebuah kerangka pola berpikir dan bertindak  yang baru, yang berbeda dengan pola berpikir dan bertindak yang lama. Reframe (pembingkaian ulang) hanya terjadi jika kebiasaan baru, perilaku baru, dan ketrampilan yang baru mulai bisa dikuasai. Reframe ini menjadi sebuah model kehidupan kita yang baru ketika berhadapan dengan tuntutan akan sebuah perubahan.

Mengingat pentingnya peran kebiasaan tersebut, Mahatma Ghandi seorang pemimpin sejati dari India menasehati kita, “Perhatikan perbuatanmu, karena ia akan menjadi kebiasaanmu. Perhatikan kebiasaanmu, karena ia akan menjadi karaktermu atau kepribadianmu”.

Kita harus mengetahui kebiasaan baru yang kita jalani itu adalah kebiasaan yang baik atau kebiasaan buruk bagi diri kita, lingkungan sekitar kita, dan sebagainya. Setiap ada Kebiasaan baru yang kita tanamkan akan terganjal dengan pola fikir dan perilaku kita sehari-harinya sebab mengapa? Karena kebiasaan baru tersebut kita harus siap meninggalkan pola fikir yang negatif, perilaku yang tidak mencerminkkan kebaikan dan kebiasaan buruk yang dulunya sering kita lakukan. Contohnya simpel saja, kita melihat New Normal yang baru-baru saja diterbitkan sejak dampak virus Corona ada didunia ini. Kita harus dapat menjalanan Kebiasaan Baru Protokol Covid-19 yakni sebagai berikut;

  • sering mencuci tangan
  • memakai masker
  • social distancing
  • Tidak berjabat tangan
  • tidak membuat acara kumpul-kumpul oorang banyak
  • mengurangi kegiatan acara malam
adaptasi kebiasaan baru
adaptasi kebiasaan baru

Point-point diatas merupakan salah satu Kebiasaan baru yang harus kita jalani sehari-harinya dan dapat kita terapkan bukan hanya teorinya saja yang dapat kita bicarakan tetapi kita juga bisa mengimplementasikan dikehidupan kita sehari-hari. Dengan begitu kita juga dapat mengkaji diri kita lebih dalam mengenai Kebiasaan baru dalam pekerjaan kita sehari hari-nya, misalkan saja seperti berikut :

  • Kebiasaan lama : Panen Siang hari, Kebiasaan baru : Panen Pagi hari.
  • Kebiasaan lama : Tidak memakai APD, Kebiasaan baru : Displin memakai APD.
  • Kebiasaan lama : Sering berbohong, Kebiasaan baru : Harus Jujur.
  • Kebiasaan lama : Tidak menghargai orang sedang berbicara, Kebiasaan baru : Menghargai orang yang berbicara.
  • Kebiasaan lama : Menunda pekerjaan, Kebiasaan baru : Langsung menuntaskan pekerjaan
  • Kebiasaan lama : Tidak apel pagi, Kebiasaan baru : Apel pagi setiap hari
  • Kebiasaan lama : Sering beralasan, Kebiasaan baru : Bertanggungjawab dan berani mengakui
  • Kebiasaan lama : Tidak peduli dengan sekitar, Kebiasaan baru : Peduli dengan lingkungan sekitar
  • Dan masih banyak lagi Kebiasaan lama yang buruk harus kita upgrade menjadi Kebiasaan baru yang baik.

Bila kita ingin menerapkan Kebiasaan baru, kita juga harus dapat menanamkan fikiran-fikiran baru, inovasi baru serta tanamkan pola fikir yang baik, tentang berpikir positif dalam menjalani Kebiasaan baru berikut beberapa cacatan yang bisa menjadi referensi bagaimana menggunakan kekuatan berpikir positif untuk meraih kesuksesan hidup dengan Kebiasaan baru. Misalkan sebagai berikut :

  1. Mulailah Membentuk persepsi yang baik dalam pikiran
    Persepsi yang baik akan dikeluarkan dengan baik pula begitu pula sebaliknya persepsi yang buruk tentang kehidupan akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku kita dalam menanggapi peristiwa yang terjadi. Jadi mengubah persepsi dari buruk menjadi baik akan mengubah hidup kitadan semuanya dimulai dari dalam diri.
  2. Pola pikir akan membentukmindset
    Sebagai contoh bila kita bangun pagi kemudian memberikan sugesti negatif seperti “bila aku bangun pagi pasti badanku terasa lelah” maka sugesti itu akan memberikan pengaruh tiap paginya dengan merasah lelah ketika bangun pagi.
  3. Pikiran akan mempengaruhi fisik dan perasaan
    Pikiran ketika membayangkan sesuatu yang menyakitkan, menyedihkan, menakutkan atau memalukan akan berpengaruh secara langsung ke perasaan dan serta fisik. Tiba-tiba saja perasaan menjadi tidak enak dan mengerjakan sesuatu pun menjadi tidak bersemangat. Seringnya berpikir yang negatif justru akan berdampak pada penyakit fisik seperti sakit kepala, maag dan berbagai penyakit lain bisa muncul karena pengaruh pikiran negatif. Mulai sekarang berlatih untuk berpikir positif menghadapi setiap masalah.
  4. Pikiran mempengaruhi  citra diri dan harga diri
    Citra diri merupakan gambaran diri sendiri menurut pendapat pribadi. Pernahkah kita melihat seseorang yang mati-matian ingin mengubah penampilannya hanya karena bentuk fisiknya membuat dia tidak percaya diri. Semua dilakukan hanya untuk ingin terlihat baik di hadapan orang lain. Namun tetap saja dia merasa tidak percaya diri semuanya tergantung bagaimana dia memandang diri sendiri. Bukan mengikuti apa yang menjadi trend yang justeru membuat diri sendiri menjadi susah. semua kembali ke diri sendiri dengan cara mengubah pikiran.
  5. Pikiran mempengaruhi rasa percaya diri
    Rasa percaya diri adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk maju dan berkembang dan tanpa rasa percaya diri seseorang akan hidup dibawah bayang-bayang orang lain. Ia takut pada kegagal dan sesuatu yang tidak dia ketahui. Karena itu ia tidak berani melakukan hal kecil untuk keluar dari kebiasaan.  Pikiran positif akan membantu membangun percaya diri.

Dampak positifnya adalah perbuatan positif dengan perilaku Kebiasaan baru akan membantu seseorang berani menghadapi tantangan hidup, jadikan konsentrasi Anda pada hal-hal yang positif hingga menumbuhkan rasa percaya diri apa pun yang terjadi. Otak akan membuka file-file percaya diri yang lebih kuat dan mendalam di ruang memori akal bawah sadar dan itu akan berpengaruh pada perilaku dan hasil yang akan diraih dengan kita komitmen menjalankan Kebiasaan baru yang baik dan positif.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

4 Comments

  1. Panjangnya euyyyy….. komen aja dulu achhhh. Makasih bingits, ntar malam bacanya baru dituntasin dan komentarnya, kalo bisa ngalahin banyaknya tulisan di atas. Merasa tertantang Mbro… hajar cuyssss….

    Semangat terus, pantang mundur… cuma jangan lupa yowwwhhhh yang satu… atau yang setumpuk….

    1. He he he siap pak, komen dan masukkan ditunggu pak😁😄
      Yg satu aja lah pak, banyakan tumpukkan bahaya wkwkwkw

  2. Kebiasaan itu terjadi, karena tindakan yang dilakukan berulang-ulang – sehingga menjadi budaya dan pada akhirnya menjadi karakter. Nah, kebiasaan yang bagaimana?… Jika kebiasaan yang dilakukan, kurang baik atau berdampak buruk pada sosial, sudah pasti budaya yang terbentuk dalam diri merupakan budaya buruk dan pada akhirnya menjadi karakter buruk.

    Ya ya ya… sesuatu yang baru, biasanya lebih mudah diterima (received), begitu juga dengan…., Ayo tebak apa coba?…. Manusia itu makhluk sosial, sangat berkaitan erat yang namanya komunikasi dan relasi.
    Manusia itu homo sapien, makhluk yang membutuhkan orang lain untuk tumbuh dan berkembang.

    Repeat sesuatu yang baik ya… sudah pasti. Begitu juga dengan organisasi bisnis, survivalnya sebuah bisnis, karena ada repeat order (pembelian kembali). Jika tidak ada, darimana omzet akan di dapat, pada akhirnya bisnis tersebut akan bangkrut (collaps).

    Sukses berpola, gagal juga memiliki pola

    .

    Sama seperti membuat baju, baju laki-laki memiliki pola yang berbeda dengan baju wanita. Pola itu harus dibentuk, sehingga menjadi aturan yang harus ditaati oleh siapapun. Jika menyimpang dari pola, tujuan dari pembuatan pola sudah bisa dipastikan tidak akan tercapai.

    10 Nilai Mahatma Ghandi, Golden Circle Simon Sineg dan Pelatihan Area Controller

    Setiap terjadi perubahan kebiasaan, biasa akan terjadi Pro dan Kontra – baik dari personil, kelompok, organisasi dan negara. COVID 19 membuat tatanan kehidupan berubah (ekonomi, sosial budaya, pendidikan, agama dan sendi kehidupan lain berubah). Mau tidak mau, kita harus ikut Protokol yang sudah dijalankan. Ini Kebiasaan Baru yang harus dipaksa untuk diikuti.

    Percepatan mengikuti perubahan yang terjadi, tergantung seberapa besar pemahaman dan pengetahuan kita terhadap hal yang baru tersebut serta keyakinan berdasarkan Agama kita masing-masing. Pikiran positif atau paradigma positif, akan memberikan tingkah laku yang positif dan cenderung hasilnya juga positif.

    Makanya Mbro, pikirkan yang baik-baik aja, agar hasilnya juga baik.

    Keren, tetap semangat dan selalu berbagi.

  3. Bener sekali pak….
    Alangkah indahnya bila kita berfikir dan berbagi kebaikan dan energi positif bagi orang sekitar kita, lingkungan kerja kita…..
    Bukankah akan menjadi lebih bermakna dan akan dapat diingat banyak orang nanti nya bila kita bagikan kebaikan dan hal hal positif….. Jadi kesimpulannya.
    Selagi kita masih bernafas, perbanyak lah melakukan hal hal positif, berbuat kebaikan, saling menolong sesama dan tetap serahkan apapun itu kepada Sang Maha Kuasa.

    Ooooo. Begitu juga dengan PASANGAN (WANITA) ya pak …….. He he he he ampun klo itu pak.

  4. The Most Popular Traffic Exchange
    Peluang Mendulang Profit di Masa Pandemi Covid 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia