Pusing deh...

Kenapa Buah Mentah Terkirim ke PKS??, Padahal sudah kawal Ekstrim!!

Menjaga Kualitas Buah yang akan dikirim ke PKS mutlak menjadi prioritas seorang “Planter BGA” yang unggul. Dikutip dari tulisan “Tingkat Kematangan TBS terhadap Rendemen CPO (OER) & FFA”  oleh  Mardianto Harahap, SP. MP

Mutu buah mempunyai pengaruh signifikan terhadap pencapaian OER di PKS dan juga terhadap FFA produksi.  Tingkat kematangan buah memberikan rendemen CPO yang berbeda-beda. Buah mentah (Unripe) memiliki OER yang paling rendah dan buah yang paling baik diolah adalah buah matang (ripe). Pada pengolahan TBS dengan ripe yang tinggi, OER yang dihasilkan tinggi dan CPO yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dengan kadar Asam Lemak Bebas (ALB/ FFA) rendah.

Tugas dan Tanggungjawab seorang Planters untuk menjaga hal ini. Pengawalan di lapangan mulai dari proses panen hingga sampai pengiriman ke PKS harus benar benar dikawal. Tanggal 28 Agustus 2020 di PKS GMKM terkirim sebanyak 24 Janjang Buah Mentah dari Estate BAGE Divisi 4 jam 21:00 . Ini tindakan SABOTASE!!! Apa yang sebenarnya terjadi? Padahal sudah kawal Ekstrim!! Kenapa???

BAGE Divisi 4 TBS Mentah 24 Janjang
BAGE Divisi 4 TBS Mentah 24 Janjang

Struktur organisasi dalam pekerjaan panen di Perkebunan Kelapa Sawit sudah jelas ada jajaran supervisor yang memiliki tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Khususnya untuk Tim Operasional BGA, yang menjadi pimpinan tertinggi adalah Production Controller (PC), setelah itu Regional Head (RH), Area Controller (AC), Estate Manager (EM), Asisten Kepala (Askep), Asisten Divisi, Mandor  1 , Mandor Panen, Krani Panen, dan Krani Transport.  Padahal sudah berlapis lapis struktural organisasi, tetapi Buah Mentah tersebut  masih saja bisa lolos  terkirim ke PKS. Bahkan, Sapta Disiplin Potong Buah sudah jelas bunyinya pada point pertama yaitu: Panen Semua Buah Matang, dan point kedua yaitu Dilarang Memotong Buah Mentah.

Hal ini membuat AC 1 pada tanggal 1 September 2020 melakukan Visit langsung ke BAGE Divisi 4 untuk mencari tahu akar permasalahannya. Hasilnya ditemukan, Ketidakjujuran Supervisi Krani Panen dengan rasa toleransi yang tinggi dan rasa belas kasih pada pemanen yang panen sampai jam 17:00 WIB sehingga buah mentah yang dipanen sore tersebut  sejumlah 30 janjang, hanya ditulis 2 janjang saja yang tidak menimbulkan efek jera pada pemanen tersebut. Bahkan, kokpit yang seharusnya menjadi kompas pergerakan menuju perbaikan, di isi asal asalan hanya sekedar menggugurkan KEWAJIBAN.

Perbaikan dari lini supervisi terbawah dengan mengedepankan aspek Kejujuran dan Ketegasan adalah Kunci Utama untuk Pengawalan Buah Mentah ini agar tidak sampai terkirim ke PKS dan bahkan tidak dipanen, Kendali Lapangan di Asisten Divisi, bentuk tim yang jujur, militan dan disiplin. Jangan biarkan ada celah lagi. Dan tetap mengingatkan ke semua TIM bahwasanya PANEN BUAH MENTAH itu TIDAK ADA MANFAATNYA, ini KEJAHATAN, TINDAKAN SABOTASE, dan DOSA BESAR.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia