Kesetaraan Buat Semua Umat.

Tepat pada tanggal 3 Oktober 2020, hari yang di nanti para semua karyawan Seluruh karyawan PT BGA Grup karena apa yang ditunggu dan dinanti pada 1 Bulan akan diterima yaitu Gaji. Dengan berjuang setiap pagi sampai petang butiran keringat pun menetes, terik matahari dilahan, hujan membahasi badan hingga kedinginan tidak diperdulikan demi mendapatkan hasil yang cukup sesuai dengan kemampuan masing masing.

Di tempat saya Pekerjaan terbagi menjadi 3 pekerjaan yaitu: BGS, BMS, BHS.
Dimana pada saat gajian yang selalu membuat tidak nyaman adalah di tim BHS.
Masalah denda Panen.
Ya terkadang saya merasa ada benarnya sih mereka.
Terjadilah percakapan dengan beberapa narasumber:
Saya: gimana gajian pak ada selisih tidak?
Narsumber 1: “secara hitungan sih gk pak tpi kok ada denda ya? Piringan kita aja semak. Gimana mau buat ngutipnya.”
Narasumber 2: “pas pas aja pak, tapi denda apa ya pak?”
Saya: “ini denda buah tinggal pak”
Narasumber 2: ” buah tinggal didenda pak?”
Saya: ” iya pak”
Narasumber2: ” pokok nya aja under Pruning semua, kalau di urusin pokok under pruning gak maju maju saya panen pak, uang korektif pruning aja gk jelas pak”
Aneh bapak ini, nyuruh pruning, nyuruh kejar buah, tak jelas kerja ini” payah!!!!!
Lalu saya ke Bongkar Muat:
Saya: ” piye kang( gimana mas) gajian sesuai dengan dengan hitungan? Mandore eneng nitip orang( mandor ada nitip gak)”
BM: Jika mandornya nitip tak jotos pak, ia mau tanya pak?”
Saya: ” boleh mas silahkan?”
BM: “kok ada potongan denda ya pak? Brondolan di TPH”
Saya: “Ia mas kan standarnya > 3 btr didenda mas”
BM: “ Padahal TPH kita semak semua pak
Pertanyaan apa? Kenapa yang salah hanya mereka? Kita tau akar masalah dimana?
Kenapa piiringan semak tidak pernah di ributin TIM tus kita?
Kenapa TPH semak BM yang didenda?
Dimana letak keadilan Kita sebagai pemimpin?
Bukan Tugas kita:
PA Reg 1( Bpk Sri Hartono) berkata:
1. Membuat Tau
2. Membangun Mau
3. Memudahkan
Kenapa hanya Tim panen dan BM yang di bantai? Padahal kita juga ada salah lo.
” karena kita tidak pernah Quality Check Semprot” Hahahahhaa…….
Kenapa tim keributan pada saat gajian, dan mereka tidak iklhas menerimanya dan menerima denda?
Karena Yang belum standar kita berikan ke mereka, Pernah TIM pupuk dan semprot di denda?
Tidak pernah….. Akar masalahnya mereka tidak pernah di denda padahal akar masalah Tim semperot yang kurang baik. Timbullah rasa iri dalam mereka.
Tolong luruskan otak saya. Jika saya salah

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

3 Comments

  1. Yes… ini kejujuran seorang Asisten.
    Saran saya:
    1. Apakah semua benar yang dikatakan karyawan panen tersebut?… (piringan semak dan under prunning).
    2. Apakah benar uang corrective tidak dibayarkan?…
    3. Apakah benar TK panen sudah melakukan corrective prunning dengan benar?…
    4. Apakah benar TPH kotor?…
    Dicek mas dan berlaku adillah. Permudah semua TK untuk melakukan pekerjaannya.
    Team BGS merupakan pekerjaan yang harus segera dikedepankan, karena ibu pertiwi yang mempermudah pekerjaan-pekerjaan lain sesudahnya.

    3 Pekerjaan penting (BHS, BGS dan BMS) harus dilakukan pengecekan setiap hari + team TP2A.
    Bukan hanya dipanen aja Mbro… iya gak?…
    Cek kondisi lapangan, idealnya setiap masalah harus segera diselesaikan – terutama menyangkut tiga akses (A1, A2 dan A3). Tidak boleh melakukan pekerjaan lain, jika ketiga akses ini masih ada masalah.

    Feedback ke karyawan ini bagus, namun alangkah lebih baik dilakukan pengecekan dulu di lapangan, sehingga kita tau kebenaran dari yang karyawan sampaikan. Sampaikan dengan bukti, agar semua pembaca percaya dengan yang Anda sampaikan, mas.

    Thanks

  2. Siap pak. Segera saya lengkapin. Kalau saya lihat dari sisi denda pak. Buka. Masalah nomimal nya tapi perjanjian dan ke sepakatan seblm kita Aturan kita tetapkan.
    Mau tanya saya pak.
    Jika saya mutu hancak terdapat piringan semak tidak dikutip brondol nya yang salah siapa pak?

    1. Piringan semak akar masalahnya di mana?… karena semprot (team BGS) telat atau tidak tersemprotkan… !
      Gini, doktrinnya adalah : semua produksi (TBS dan berondolan) harus dieksploitasi dengan sempurna (tanpa kenal banjir, piringan semak, atau lain-lain). Hanya saja pemanen atau siapapun yang masuk ke dalam ancak, jika ditemui tidak standard (piringan semak, titi panen tidak ada, dll) dilaporkan dan difollow up segera !

      Menyangkut produksi, tidak boleh ditoleransi.
      Misalnya:
      karena piringan semak — berondolan boleh tidak dikutip.
      karena under prunning — buah matang boleh aja tidak dipanen.
      INI BERBAHAYA….

  3. The Most Popular Traffic Exchange
    Peluang Mendulang Profit di Masa Pandemi Covid 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia