Kesiapan, Langkah Jitu, Strategi, Tips dan Tindakan Maksimalisasi Produksi di Kwartal 3

Rakor RH Offline dan Online via Zoom Meeting 38 participants
Selasa, 25 Agustus 2020, jam 08.30 WIB s/d selesai

Bapak Johannes Tanuwidjaja (BOD)

  1. Produksi minus 10%, bekerja harus extraordinary.
  2. Bagaimana bekerja dalam kondisi normal bekerja extraordinary?…
    Mental block yang harus bisa dipatahkan, harus punya rencana dan strategi yang lebih jitu dan mudah dieksekusi.

  3. Penting sekali menjaga budaya melalui disiplin kerja yang baik
  4. Harus menguasai lapangan, datangi blok dan ambil tindakan terhadap sesuatu masalah.
    Fokus peningkatan produksi selama 4 bulan ke depan (September – Desember 2020).
    Jaga profesionalisme sebagai planters.

PQIC - Outlook Produksi BGA 2020
PQIC – Outlook Produksi BGA 2020

Bapak Roebianto (BOD)

  1. Disiplin waktu untuk selalu ontime
  2. Harus punya cara-cara baru, karena semua kita tidak expert terhadap situasi yang kita hadapi saat ini (red: pandemi COVID 19).
  3. Semua tidak dikonsepkan, learning by doing. Kegiatan usaha harus terus berjalan. Produksi : senjata harus siap dan pelurunya. Euforia juga terjadi di lapangan. Tunjukkan cara yang spektakuler, sehingga bisa diukur hasilnya. Beberapa hari terakhir, capaian tersebut menunjukkan kita sebenarnya mampu.

Beberapa kiat tolong dijalankan :
Asisten – tau gak apa yang harus dijalankan setiap hari?… tau gak produksi harus capai setiap hari?… Jika target tau per hari, harus cek sampai ke bawah. Untuk menanamkan bahwa tau apa yang dicapai. Jika tidak tau, BENCANA dalam sebuah organisasi. RKH itu adalah segala-galanya. Jam 4 sore Anda semua sudah harus membuat RENCANA keesokan harinya. Jika yang di RKH tidak capai, maka harus MAMPU memberikan argumentasi KUAT. Kontrol terus menerus dan konsisten. (red: Pasal 2, pimpinan itu harus HADIR di setiap MASALAH dan MAMPU memberikan SOLUSI).
Peak Crop itu harus dipertontonkan, bukan menunggu (red: ditanya sehat ke Pak Aban !).
Langkah apa yang secara real dilakukan?… ini harus dipersiapkan (ingatkan selalu Pak Aban).
Merubah dan mempertontonkan hasilnya ke semua orang. Traksi sudah disiapkan.
Engine itu harus ada Options, “jika ini mati, yang lain pasti hidup”.

Pertontonkan dalam hal menyambut Peak Crop (kecemasan, ketakutan… terjadi). Mengakselerasi dijalankan, sehingga peak crop sesuatu yang harus dipertontonkan.
HKE rendah, memang yang salah Asisten, Manager, AC… terus semua harus dipecatin !

“Harus mampu MERUBAH keadaan dari yang tidak benar menjadi benar”

Harus ada ide-ide… ajak sarapan pagi, HKE semakin meningkat.
Apa yang tidak bisa kita lakukan, sepanjang kita tidak punya IDE?… komunikasi terjadi setiap hari ke pak COO. Sisa 118 hari harus mencapai 13.297 ton/hari secara BGA.
Sudah pohon memberikan hasil… tidak bisa ambil dan tidak bisa kutip !!!

“Surplus dalam rencana, defisit dalam eksekusi”

Angka yang mau kita capai itu, bukan muluk-muluk. Optimis, jika Anda melakukan upaya extraordinary (bukan biasa-biasa). Harus berubah – strategis dipikirkan dengan cara berbeda (red:

“Rawat organisasi ini dengan budaya (value, nilai-nilai) dan terus menerus (sustain)”.

Bapak S Eddy Kurniawan (BOD)

Bicara produksi – produksi plasma dengan OER, bukan hanya di inti saja. Pengaruh OER 0,1% saja signifikan sekali pengaruhnya.

Bapak Mubarak Ahmad (Manajemen)

BOD Clear memberikan arahan.
Selamat pagi, semoga semua sehat dan tetap semangat. Apapun kondisinya, harus bekerja seperti biasa (red: kondisi normal).
Keyakinan terhadap produksi sampai sejauh mana?… produksi saat ini belum peak. Regional Mentaya peaknya 2.562 ton/hari diprediksi di bulan September dan Oktober 2020.
Produksi saat ini di level rata-rata atau sudah peak?…
Diyakini produksi akan naik?…
Peaknya di bulan apa?… Aktual Q1 vs Aktual Q2 vs estimasi Q3
Momentum pemulihan produksi dijaga. Eksploitasi bersih, kita masih bisa maksimum, angka challenging.
Punya keyakinan – keyakinan ini harus dipelihara, karena peningkatan sampai 50%. Tidak boleh lalai, fokus: eksploitasi bersih, membawa kekalahan kita 8 bulan sebelumnya. Buah dipokok sudah ada, harvesting management (dipastikan pengelolaan harvesting kita, hari-hari kita tau – misalnya: ancak tidak selesai, TK tidak cukup, dll).
Kecukupan transport – AC harus mendrive sampai ke sana, transport management. Sisi proses di PKS kaitan di OER (mutu buah dijaga sebaik mungkin, supaya ada tambahan OER – PKS harus proses dengan baik di Mill). Tidak ada alasan ngejar produksi, mutu buah dikorbankan. Harus menyambut peak performance ini, dengan sungguh-sungguh tanpa pabrik slow down.

PQIC - Strategi Maksimalisasi Produksi di Q3
PQIC – Strategi Maksimalisasi Produksi di Q3

AC drive sampai ke divisi-divisi (HKE, transport, ancak tuntas, performance harvesting, pusingan pemeliharaan selesai atau tidak, pusingan panen juga, kesiapan infrastruktur, semua informasi tentang panen sampai ke divisi).

4 bulan terakhir – eksploitasi harus benar, perilaku harvesting management baik, jangan sampai menghentikan produksi tahun 2021 (misal over prunning HARAM terjadi). Koreksi sandy area dan low land area optimum kita lakukan di tahun ini.

“JANGAN ADA OVER PRUNNING”

Performance Award, tetap dijalankan – pemberi samangat buat semua. Controllable profit, juga tetap dijalankan. Nggak ada yang salah dengan effort maksimum, berjuang sampai Desember 2020 untuk mengejar target kita semaksimum mungkin. Maturity diuji….

Bapak Priyanto PS (Manajemen)

Jangan sampai kejadian 1 atau 2 tahun lalu, realita meleset (sehingga tidak memberikan penjelasan secara meyakinkan kepada semua). Apa yang disampaikan, harus dipertanggungjawabkan secara serius.
Peningkatan potensi :

  • Pengembangan potensi pada areal-areal yang masih terlantar (belum eksploitasi secara maksimal), karena masuk faktor pengali peningkatan produksi.
  • Adanya trend portal dari koperasi-koperasi (di Kendawangan, di Wilayah 5 Kotawaringin), memberikan support agar Dept. Support yang menyelesaikan masalah-masalah ini.
  • Secara taktis disikapi dan fokus untuk ke Produksi, menciptakan nilai manfaat ke banyak pihak.
  • Harus bijak menyikapi kepada karyawan kita tingkat stress saat ini (red: Pandemi COVID 19).

Pak Johan P (Manajemen)

Tetap semangat kita menyambut peak crop, harus memberikan informasi jujur (kendala dan tantangan) kepada atasan untuk bisa disikapi dan mengambil tindakan yang tepat.

“Kebenaran tidak boleh dikondisikan, karena ada yang disembunyikan”

Peak crop – jujur, dari HC menerbitkan pernyataan kepemilikan lahan perkebunan pribadi (untuk menjadi standard buat semua). Meminta keterbukaan ke setiap karyawan, boleh bekerja dengan terbuka. Melakukan segala sesuatunya dengan terang dan semangat yang sama.

Penerapan budaya-budaya yang ada dan code of conduct di BGA.

Penyampaian Pak Agus Sutrisno : mohon dukungan kepada semua pihak, lancar dan tidak menunjukkan gejolak. AC dan RH mendukung proses ini. Surat pernyataan memiliki lahan perkebunan dan Surat pernyataan yang tidak memiliki lahan perkebunan.

Pak M. Zazali (PQIC)

Turn over – harus menjadi fokus kita semua, dikendalikan agar menjadi peak crop tidak menjadi masalah.
Kecukupan unit DT – butuh 744 unit, tersedia 500 an unit, butuh sewa unit eksternal.
Mutu buah – menjadi perhatian buat semua.
Target pemupukan – selesai di September 2020.
OER – mis : GMKM, target CPO 22,45% minimum harus capai. GMKM 22,50% target minimum yang harus dicapai. Penekanan di OER (COO menekan benar).

Presentasi dari Dept. Riset
Bapak Adi Ardianto

– Korelasi dan Regresi Yield vs Defisit Air di Region Pundu
– Efek defisit air pada tahun 2020 sama dengan tahun 2016 (double efek 2018 dan 2019).
– Produksi (BJR) pupuk NPK vs tunggal
– Ground cek Blok Need Improvement – Area 6a KNDE.
– Focal feeder project : nyata meningkatkan produksi 350.000 per Ha (pasir dan mineral).
– Perhitungan nilai fruitset (peta fruitset Area 7A).
– Penebaran spikelet untuk Elaedobius camerunicus

Dept Riset - Hasil Analisa Kehilangan Hara
Dept Riset – Hasil Analisa Kehilangan Hara
Dept Riset - Korelasi & Regresi Yield vs Defisit Air Reg Pundu
Dept Riset – Korelasi & Regresi Yield vs Defisit Air Reg Pundu


Presentasi dari Dept. QA
Bapak Sangadi Imans

QA - Losses tidak terukur
QA – Losses tidak terukur
QA - temuan sebagai kontrol proses harvesting
QA – temuan sebagai kontrol proses harvesting

Presentasi RH Mentaya
Bapak Doni Eka Putra

Point terpenting:

  • Pengangkutan janjang kosong di kawal dengan benar, termasuk angkutan TBS.
  • Infrastruktur jalan, akselerasi di beberapa estate (SMNE, SMRE).
  • Jalan diperbaiki dan diantisipasi lebih awal.
  • Salah satu dari Region yang tingkat gangguan usahanya lebih tinggi, buktinya membawa kasus bisa sampai ke Mahkamah Agung. Kasus lain: rata-rata dipengaruhi jaringan mereka yang ada di Palangkaraya.
  • Pencurian : mencoba untuk menjaga bahwa ternyata semua kasus hukum, tidak menyurutkan aktivitas mereka. Belum mendapatkan bukti yang valid (konkrit).
  • Team Taskforce ulang, mendukung apa yang sudah disampaikan dan sudah dilakukan.
  • Sengketa yang ada: sudah mulai makin mengecil, utilize maksimal team support untuk peningkatan produksi.
  • Harus lebih dewasa disikapi segala sesuatunya, cari fenomena baru.

Ikuti Saya

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

2 Comments

  1. Terimkasih pak, kami siapkan lagi kelengkapan tim kami dan kami buat perubahan radikal dalam tim untuk memperbaaiki ketertinggalan produksi di 2 kuartal yang sudah dilewati. Kami cukupkan orang, maksimalkan jam kerja, tingkatkan output, segera selesaikan pupuk, kawal kanban dan minimlisir turn over. tetap semngat untuk capai target, optimis di 103 hari tersisa bahwa kita bisa dan mampu menyelesaikan tantangan ini. Semoga Tuhan yang maha kuasa memampukan dan menolong kita..

    #semangat30Ton/Ha
    #KamiMAUKamiJugaBISA

  2. The Most Popular Traffic Exchange
    Peluang Mendulang Profit di Masa Pandemi Covid 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia