Rapeja Agustinus

Kupas Tuntas “Jujur dan Loyalitas”

Jika terdapat sebuah pertanyaan “Hal apa yang tidak dapat dibeli dengan uang?”, mungkin beberapa orang akan menyebutkan cinta, kebahagiaan, atau waktu sebagai jawabannya. Ketiga hal tersebut memang tidak dapat dibeli dengan uang, namun ada dua hal lagi yang terkadang luput dari perhatian dan sering diremehkan orang banyak, yakni loyalitas dan kejujuran.

Honesty (Kejujuran)
Honesty (Kejujuran)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, Pengertian Jujur ini diartikan sebagai suatu ketulusan dan keiklasan juga kelurusan hati seseorang. Kejujuran disebutkan mengacu pada moral dan aspek karakter seseorang yang konotasinya adalah positif, mengandung nilai-nilai luhur sekaligus penuh integritas. Jujur jauh dari kebohongan, dengan demikian mereka orang-orang yang jujur ini adalah pribadi yang bisa dipercaya (amanah). Jujur bermakna keselarasan antara apa yang dikatakan, diungkapkan dengan kenyataan yang dilihat, diraba dan dirasakan. Jadi, kalau suatu informasi yang sesuai dengan fakta yang dilihat, diraba dan dirasakan yang disampaikan secara benar tanpa ada yang ditutup-tutupi maka penyampaiannya itu sudah dikatakan jujur, tetapi kalau dalam perkataannya diduga masih ada yang belum terbuka sesuai fakta , maka orang tersebut dapat dikatakan berbohong atau berdusta.
Menurut Benjamin Franklin bahwa kejujuran adalah sebuah kebijakan terbaik.

Perilaku jujur dalam hati dan jiwa manusia. Ini kembali kepada hati dan jiwa yang putih bersih. Kalau hati dan jiwanya sudah dicampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan apa yang tersimpan dan niatan dalam hatinya tidak sejalan dengan apa yang diucapkan, ini biasanya ungkapan yang benar dan jujur tidak dapat diungkapkan secara keseluruhan karena takut, dibawa tekanan pihak lain sehingga sebagian kebenaran ditutup-tutupi dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta atau pembohong.

Perilaku jujur dalam perkataan, pengakuan, ucapan, ungkapan dan keterangan yang di sampaikan kepada sesamanya manusia dan kepada Tuhannya. Tidak ada perkataan paling benar adalah ungkapan yang disampaikan secara jujur dari hati yang bersih. Ucapan yang benar dengan pengakuan secara jujur dari seseorang dapat memberikan peluang yang seluas-luasnya dalam berkomunikasi dengan sesamanya dan hubungan yang kekal kepada Tuhannya. Manusia yang jujur dengan perkataan benar akan menjamin manusia tersebut mencapai kebahagaian di dunia dan diakhirat.

Jujur
Jujur

Perilaku jujur dalam tingkah laku dan perbuatan. Kejujuran seseorang dalam perkataan akan dinilai orang lain dalam perbuatannya, apakah kejujuran dan kebenaran yang sering diucapkan sama dengan perbuatannya. Disini kejujuran ditegakkan dengan perbuatan bukan hanya dengan ucapan,dan manusia harus bertanggunjawab terhadap setiap pekerjaan yg dikerjakan secara jujur dan benar walaupun mungkin pekerjaan itu akan menimbulkan dampak yang serius terhadap diri sendirimaupun terhadap orang lain.

Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Loyalitas hanya bisa didapatkan, namun tidak bisa dibeli. Mendapatkan loyalitas dari seseorang bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Berbanding terbalik dengan kesulitan mendapatkannya, menghilangkan loyalitas seseorang justru menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai loyalitas, terlebih dahulu kita harus tahu apa pengertian loyalitas. Loyalitas memiliki kata dasar loyal yang berasal dari bahasa Prancis kuno loial. Menurut Oxford Dictionary, pengertian loyalitas adalah the quality of being loyal dimana loyal didefinisikan sebagai giving or showing firm and constant support or allegiance to a person or institution. Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas menurut Oxford Dictionary adalah mutu dari sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan pengertian loyalitas sebagai kepatuhan atau kesetiaan.

Aspek Loyalitas
Aspek Loyalitas

Setiap perusahaan pasti menginginkan adanya sikap loyal pada karyawan mereka. Pengertian loyalitas karyawan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengertian loyalitas secara umum. Dalam pengertian loyalitas karyawan, kesetiaan menjadi poin utama yang dapat diberikan karyawan kepada perusahaan tempatnya bekerja. Sayangnya, pengertian loyalitas karyawan kadang masih disalahartikan oleh beberapa orang, baik oleh pihak karyawan, manajemen, maupun oleh pimpinan perusahaan.

Orang-orang seringkali menyangkut pautkan pengertian loyalitas dengan seberapa lama dan banyaknya waktu serta tenaga yang dicurahkan oleh seorang karyawan untuk bekerja tanpa mengharapkan imbalan apapun dari perusahaan. Padahal kenyataannya, banyak karyawan yang bertahan di suatu perusahaan hanya karena gaji atau bonus yang diterimanya. Pengertian loyalitas identik dengan kesetiaan yang semestinya dilakukan dalam berbagai kondisi tanpa syarat dan tanpa mengharapkan adanya balasan. Loyalitas merupakan kondisi psikologis yang mengikat karyawan dan perusahaannya, karenanya pengertian loyalitas karyawan bukan hanya sekadar kesetiaan fisik yang tercermin dari seberapa lama seseorang berada di dalam organisasi, namun dapat diliat dari seberapa besar pikiran, perhatian, gagasan, serta dedikasinya tercurah sepenuhnya kepada perusahaan tersebut.

Rapeja Agustinus
Rapeja Agustinus

Saat ini pengertian loyalitas karyawan bukan lagi sekadar merujuk pada kemampuan karyawan menjalankan tugas-tugas serta kewajibannya yang sesuai dengan job description, melainkan berbuat seoptimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik bagi perusahaan tersebut. 

 

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia