Kegiatan positif sharing dan berbagi ilmu pengetahuan satu dengan lain

Mari Berbagi Menurut Versi Kita

Secara luas istilah berbagi (dalam bahasa inggris; sharing) memiliki makna sebagai penggunaan bersama sumber daya dan ruang. Dalam arti khususnya, berbagi dapat dikatakan sebagai gabungan penggunaan baik yang terbatas (inheren) dan tidak. Dari pemahaman secara luas dan khusus berbagi dapat dimaknai sebagai memberi dan menerima sesuatu baik dari sesama manusia, alam dan Tuhan. Uang, makanan, pakaian, pengetahuan dan waktu adalah sebagian dari banyak aspek penting dalam hidup manusia yang perlu dibagikan.

Selain sebagai makhluk individu yang memiliki kesempurnaan dari unsur raga dan jiwa, fisik dan psikis, ataupun rohani dan jasmani manusia juga terlahir sebagai makhluk sosial (hidup bersama dengan sesama). Dalam kehidupan ini, memang sangat mudah diucapkan oleh siapa saja di planet ini, namum sejatinya tidak demikian dengan realita kehidupan yang kita temui dengan nyatanya. Sering kali kita jumpai orang-orang ย dijalanan, keramaian atau dimana saja yang meminta kepada kita namun sering pula kita tidak dapat memberi dari apa yang kita punyai.

Padahal apabila kita mampu berbagi dari kekurangan kita ada sukacita besar yang bergemuruh dalam batin kita (saya adanya pas-pasan namun bisa melihatnya menikmati sesuap nasi). Sudah tentu ini menyukakan (memberi sukacita) bagi diri kita. Adakalanya kita menjumpai mereka yang berkekurangan, berkebutuhan khusus sehari belum menikmati sesuap nasi misalnya, namun untuk memberi Rp. 1000 (seribu rupiah) terasa mahal bagi kita. Mengapa ini terjadi??? Padahal memberi seribu rupiah kepada mereka belum tentu membuat kita rugi. Benar kan???

Berbagi bukanlah persoalan uang semata, masih banyak dari diri kita yang perlu dibagikan. Sebagai contoh, saat kita memahami suatu pengetahuan marilah berbagi karena belum tentu itu membuat hidup berkekurangan. Namun, sebaliknya apabila kita mampu menceritakan pengetahuan kita peroleh secara jelas, benar dan mudah dipahami artinya kita mampu memperkaya diri sendiri. Contoh lainnya, bila hidupmu peduli dengan sesama, keluarga dan atau siapa saja lalu mengingatkan dan menasihati mereka sudah tentu tidak ada kerugiannya (kita berarti bagi mereka).

Kegiatan positif sharing dan berbagi ilmu pengetahuan satu dengan lain
Kegiatan positif sharing dan berbagi ilmu pengetahuan satu dengan lain

Berbagi juga dapat kita ungkapkan seperti misalnya contoh “kita memiliki ilmu pengetahuan mengenai teknologi, memiliki kelebihan dalam financial, berbagi dalam segi hal makanan, berbagi dalam pengalaman dan masih banyak lagi tentunya, asal jangan berbagi dalam hal yang salah maupun negatif“. Itu merupakan beberapa contoh mengenai hal berbagi yang dapat kita bagikan dengan lingkungan kita, teman juga sahabat maupun team kita sendiri. Berbagi itu juga bisa kita wujudkan melalui hal-hal kecil dimana dapat berguna atau bermanfaat bagi orang yang kita bagikan tentunya. Dengan berbagi juga kita tidak akan kekurangan ilmu pengetahuan melainkan akan menambah ilmu pengetahuan bagi kita serta orang disekitar kita yang bergaul dengan kita. Hal sepele yang sering kita kesampingkan adalah berbagi dalam segi Ilmu.

Seringkali kita menjumpai pribadi tidak bisa membagikan waktunya, uangnya, pengetahuannya atau bahkan hal lain dari dirinya. Melalui goresan ini kiranya sebagai manusia mari kita sadari bahwa berbagi itu ternyata indah, berbagi itu tidak pernah rugi dan berbagi itu menyukakan (membuat sukacita). So, apakah kita ingin berbagi atau memberi ? atau hanya bisa berdiam diri dan tidak akan tau arah kemana bila sudah menemukan kesulitan nantinya. Semua pilihan itu ada ditangan kita masing-masing, itu semua tergantung bagaimana pola fikir kita untuk menyikapi seluruhnya. Terus berbagi…berbagi…berbagi…berbagi.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

11 Comments

  1. Thanks Mbro… sepertinya menulis itu cerita kesuksesan Anda, dan Anda jadikan ini Candu… keren !
    Terus berbuat, terus berbagi hal positif… karena hukum keseimbangan dalam alam ini tetap berlaku. Gak usah dihitung-hitung kebaikan yang kita berikan, karena sudah ada yang menghitung dan itu tidak salah.

    Keadilan akan tetap berlaku, di hadapan Sang Maha Pencipta.

    “Jika terus berbagi hal yang positif, pada suatu ketika… Positif akan kita terima…. itu PASTI”.

    Berbagi secara hakikatnya, nilai tertingginya berada di keihklasan.

    Camkan, pahami dan lakukan… Go to success lahir dan bathin.

  2. Berbagi buat orang lain terkadang sulit kita lakukan karena apa kita terlalu pelit dan terlalu kikir terhadap masalah kita. Kenapa memendam masalah kita akhirnya jadi Stres sendiri. Padahal berbagai adalah amal kita bawa saat pulang. Ada 3 yang kita saat kita kembali adalah sebagai berikut:
    1 .Ilmu yang bermanfaat
    Yang dimaksud ilmu yang bermanfaat adalah ilmu itu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Seseorang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain kemudian diamalkan atau diajarkan lagi kepada orang lain maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya atau yang mengajarkannya sekalipun dia telah meninggal dunia.
    2. Sedekah jariyah
    Artinya sedekah yang mengalir kata “jariyah” berasal dari ….. yang berarti “mengalir”. Yakni pahalanya mengalir terus sekalipun yang bersangkutan telah meninggal.
    3.Anak saleh dan salehah
    Anak saleh dan salehah yakni anak yang baik. saleh di sini adalah anak yang beriman kepada Allah. Anak saleh yang mau mendoakan kepada orang tuanya.

    Setuju bro mungkin Rp. 1000 terlalu berat untuk membaginya. Tapi dengan doa, Ilmu yang bermanfaat bisa dengan tulisan lo
    https://militansi.com/mari-menulis/.
    Jangan terlalu pelit membagi ya

    1. Puji Tuhan, Segala puji bagi Allah – kepada Allah lah kita berserah diri, kepada Allah lah kita meminta ampun – tempat sebaik-baik curhat itu adalah Allah Sang Khaliq, Sang Maha segala-galanya.

    2. Terkadang kala kita harus pahami mbrooo…. ada juga 9 point malas menulis dalam diri manusia mbroooo…

      1. Takut Salah. Takut turun derajatnya dimata manusia, takut ketahuan ilmunya juga bisa mbrooo.. ini terkhusus bagi orang-orang yang jaim (jaga Image) pasti memperhatikan masalah ini. Apa yang ditulis harusnya yang baik-baik dan harus tidak boleh salah.
      2. Tidak Percaya Diri. Masalahnya orang yang sering mengaktifkan sensor menulis tidak akan canggung manakala tulisan itu ditumpahkan. Berbeda dengan orang yang jarang mengaktifkan saraf menulis di otaknya. Pastinya akan terbengong-bengong saat memulai, ide sudah ada, namun bingung mengemasnya apalagi menulisnya
      3. Menulis bukanlah profesinya. Nah kalau alasan ini, cocok bagi orang yang terbiasa berpikir profesional. Bahwa tulisan itu harusnya ditulis oleh para penulis yang ahli. Sehingga menurut keyakinan teori orang ini, percaya sekali kalau dirinya bukan profesi penulis. Jadi kalau bukan profesi penulis, mana mungkin bisa menulis.
      4. Menulis blog apa untungnya. Orang yang menulis di blog pastinya pekerjaan yang dianggap sia-sia karena menghabiskan waktu di depan komputer lalu menjaring ide dan browsing untuk sebuah tulisan. Setelah ditulis, belum tentu ada yang komentar atau mengklik suka seperti di facebook. Setelah tulisan jadi dengan rapih dan enak dibaca, harus ada kesediaan waktu untuk saling bertatap muka dengan blogger atau kompasioner lain. Karena social networking via blog ini mensyaratkan itu meski tidak tertulis.
      5. Menulis blog hanya bagi yang hobi. Bagi penikmat hobi menulis, blog itu memang sangat gurih untuk dinikmati. Tetapi bagi yang tidak terbiasa mengkonsumsi “vitamin” ini akan asing dianggapnya. Karena bukan hobi, maka menulis di blog itu bukan sesuatu yang menjadi daya tariknya.
      6. Kendala teknis. Alasan klasik lain yang sering didengar adalah kendala teknis menulis dan memanfaatkan teknologi komputer. Banyak penulis yang tidak terbiasa menulis di blog, tetapi di microsoft word enjoy saja. Namun lebih banyak lagi memang benar-benar tidak mengerti komputer dan tidak mau menulis.
      7. Tulisan Elit. Penulis rumahan atau penulis elit, ini banyak yang tidak suka membagikan tulisanya di blog karena alasan tertentu. Misalnya takut tulisannya dibajak orang; takut tulisannya menjadi pedebatan ataupun memang sengaja tidak di publish di konten blog tetapi lebih mengarahkannya untuk konsumsi media massa.
      8. Kelelahan fisik dan mental. Banyak orang yang meninggalkan menulis di blog atau social networking dan ditinggalkannya karena alasan lelah fisik dan mental. Bahasa kerennya: jenuh! ๐Ÿ™‚ Ya orang-orang bosenan seperti ini memang tidak bisa dipaksa, namun begitu ada maunya, langsung deh bisa menerobos tulisan yang berat dan ringan.
      9. Cemburu karena Menulis. Ini kejadian nyata. Seorang kompasioner dilarang menulis lagi, karena pasangannya cemburu. Yang ia larang dilarang sebenarnya bersosialisasinya karena akan mengundang komentar dan berbagai tanggapan, biasanya pujian.

      Nah dari point per point diatas, yang manakah paling banyak didiri seseorang tersebut? Jawab pada hati kita cuy…. Cuma kita yang mengetahui seluruhnya itu mbrooo….

  3. Saya tambahi bro kenapa orang malas menulis:
    10. Terlalu tinggi angan-angan( pamrih)
    Kebiasaan yang harus dihindari tatkala akan menulis ialah terlalu berlebihan berharap. Ingin dapat pembaca banyak dan mendapat uang dari menulis dalam tempo cepat atau cepat dapat pembaca bahkan dapat pujian.
    11. Terserang bad mood
    Bad mood adalah suasana hati yang buruk. Keadaan jiwa tersebut kadang muncul tiba-tiba, seolah tanpa sebab. Kadang pula hilang begitu saja. Jadi sifatnya hanya sementara. Perasaan itu dapat menjadi penyebab seseorang malas menulis.

    1. Sekarang waktunya kita baha mengenai Solusinya Mbroooo…

      Pertama, tulisan adalah media komunikasi yang penting. Kita sudah tidak asing lagi dengan kegiatan berkirim surat, telegram, atau SMS. Media massa seperti suratkabar, tabloid, atau majalah pun tidak sulit didapat. Pesan yang ada dalam media-media ini ditampilkan dalam bentuk tulisan. Inilah salah satu daya tarik seni menulis. Disadari atau tidak dengan menulis kita menantang diri kita sendiri untuk menghasilkan karya yang baik dan efektif. Efektif di sini maksudnya adalah jika melalui tulisan tersebut kita dapat menyampaikan sesuatu kepada pembaca.

      Sebuah tulisan juga dapat disimpan sehingga dapat dibaca kembali kapanpun diperlukan. Maka tidak salah jika dikatakan bahwa tulisan juga merupakan media dokumentasi. Contoh kecilnya sejarah negeri kita. Dari mana kita bisa mengetahuinya dengan rinci kalau bukan dari tulisan di buku sejarah? Maka jelaslah bahwa tulisan merupakan pengingat yang efektif. Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa ingatan manusia ada batasnya. Oleh karena itu penting sekali kita menulis agar gagasan-gagasan, ilmu pengetahuan, dan hal-hal lainnya yang kita peroleh pada suatu waktu tidak hilang begitu saja. Coba bayangkan apabila kita tidak pernah membuat catatan saat guru menerangkan. Gawat bukan? Kita bisa saja lupa apa yang sudah diajarkan.

      Hal terpenting yang harus ada sebelum kita menulis adalah kesabaran dan keikhlasan. Kegiatan apapun akan terasa mudah jika dilakukan dengan sabar dan juga ikhlas. Kesabaran dan keikhlasan ini tentunya bukan hal yang sulit dilakukan jika menulis itu telah menjadi kegemaran. Namun bagaimana jika kita tidak menyukai kegiatan ini? Renungkan saja apa tujuan kita menulis. Tulisan pada dasarnya adalah media untuk menyampaikan sesuatu, baik itu nasihat atau apapun yang ingin kita beritahukan kepada orang lain. Maka apabila kita ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau bahkan khalayak luas kita harus menuliskannya. Khususnya jika kita memiliki blog. Oleh karena itu dengan memahami hal tersebut, semoga rasa malas untuk menulis akan hilang.

      Hal-hal yang disebutkan di atas adalah syarat mutlak untuk mulai menulis. Menulislah dengan hati, maka keseluruhan proses penulisan tidak akan terasa sebagai beban. Sebagai contoh, menulis memerlukan waktu. Bukan hanya untuk menuliskannya. Kita pun akan merasa perlu untuk membaca kembali tulisan kita dan mengoreksi bagian-bagian yang kurang tepat. Seringkali proses editing ini tidak cukup hanya satu atau dua kali. Saya sendiri biasanya membiarkan dulu tulisan itu hingga beberapa waktu. Kemudian saya baca kembali. Akan ada ide-ide baru yang muncul sehingga kita dapat memperbaiki tulisan tersebut.

      Kemudian mari kita beralih kepada masalah berikutnya yang sudah pasti dialami oleh setiap orang. Menentukan bahasa yang tepat untuk mewakili pesan yang ingin disampaikan bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang kita berulangkali menghapus tulisan yang sedang kita buat, baik itu di diary, surat,, atau bahkan SMS. Alasannya sederhana sekali. Kita tidak ingin orang yang membacanya salah memaknai pesan yang ingin kita sampaikan. Di samping itu kita juga pasti ingin menggunakan kata-kata yang sesuai dengan selera kita. Paling tidak itulah yang selalu saya rasakan ketika menulis sehingga tidak heran kalau banyak sekali orang yang menganggap bahwa menulis itu membosankan karena membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

      Lanjutttt mbroooo, gas terosssss……

    2. Adapun langkah langkah mbro dalam menulis itu :
      1. Menulis dengan topik yang kamu sukai atau kuasi
      2. Tulislah kerangkanya dlu.
      Judul nya bro dikembangkan tulisnya apa kata- kata yang mau dikembangkan.
      3. Mencari data untuk tulisan.
      Agar tulisan kamu itu dapat dipahami dan akurat.
      4. Tuangkan tulisan.
      Tulis apa pikiran lalu baca kamu tulis saja.
      5. Saat kita menjadi Editor
      lah satu bagian terasyik dalam proses tulis menulis adalah saat kamu menjadi editor untuk karyamu sendiri. Setelah kamu selesai menulis, baca ulang tulisanmu dari awal hingga akhir.
      6. Tuangkan dalam blok Militansi.com/?reg=davidRS

      1. Setelah Solusi dan Cara Langkah Menulis mbrooo, Cuyyy Lalu Apalagi ???
        Tinggal kemauan pada diri kita sendiri Mau atau Tidak Mbroooo….
        Karena pada dasaar dan intinya, semua itu tergantung pada diri kita. Bila kita hanya jago teori serta berkata-kata tanpa tindakan itu sama saja Bongak/Bohong Cuy….. Benar tidak? ya so pasti dunkssssss….
        Semangat dalam berbagi kebaikan dan hal-hal yang positif adalah sesuatu kegiatan dan perbuatan yang penuh dengan berkah…Sambil untuk amal ibadah kita nanti alias menabung dihari tua kita untuk pulang kepada nya alias akhirat… Begitu cuyyyy…….

  4. Berbagi itu Indah,
    Berbagi itu bermanfaat,
    Berbagi itu Ibadah,
    Berbagi itu KITA
    Bahkan untuk bernafaspun kita harus saling berbagi udara.
    Melalui tulisan ini semoga kata-kata BERBAGI dapat lebih terkenal daripada kata ANJAY ya ngg Pak?

    1. yaaaaaps beneeeer sekali Mbrooooo…..
      carilah kegiatan yang sekiranya bermanfaat dan tabungan kita diakhirat nanti….
      semisal berbagi dalam menulis, berbagi dalam sharing, berbagi ilmu pengetahuan….Dan masih banyak lagi he he he
      Yuupss Familiarkan Berbagi dengan hal-hal yang positif agar menunjang semangat kita untuk tidak cepat berpuas diri serta selalu merasa benarr dan cukup, padahal nyatanya NOL….

  5. thanks pak… dalam hal ini (berbagi) semoga kita selalu bisa berbagi dalam hal positif. karena dengan berbagi kita dapat berkembang, mengembangkan dan dikembangkan kedepannya. jangan takut berbagi,,,,setiap hal yang kita bagikan akan mendapatkan balasan lebih dan lebih lagi.

  6. The Most Popular Traffic Exchange
    Ambil Keputusan Sekarang untuk Perubahan Hidup Anda - Take Action Sekarang dengan Komunitas Dash2 untuk Meraih Income Eksponensial di Bisnis eCommerce

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia