https://sedekahharian.com/

Menabung untuk Pulang, karena Mati itu Pasti, Pasti itu Milik Allah

Menabung biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan rencana di masa depan. Banyak manfaat yang didapatkan dari menabung, salah satunya membantu kita untuk selalu siap siaga jika terjadi hal yang tak terduga. Maka dari itu sedari kecil orang tua kita sudah menanamkan budaya menabung, contohnya kita harus menyisihkan uang jajan jika ingin membeli mainan atau barang yang diinginkan.

Selama ini menabung identik dengan harta yang bersifat konkret, yang tujuan akhirnya untuk kepentingan pribadi. Setiap orang pasti mendambakan memiliki banyak tabungan: tabungan uang, emas, saham, dan lain sebagainya dengan harapan dapat hidup di dunia dengan nyaman, sejahtera. Lalu bagaimana dengan tabungan untuk pulang? Sudahkah kita memikirkannya?

Kita terlalu fokus menabung di dunia hingga lupa menabung amal untuk bekal pulang. Tabungan untuk bekal pulang seharusnya lebih kita pikirkan dibanding tabungan di bank karena kita semua pasti pulang. Maka dari itu yang bisa kita lakukan adalah menabung amal sejak dini. Menabung amal lebih mudah dibandingkan menabung di bank. Tidak perlu registrasi, tidak dipungut biaya administrasi, serta tidak ada saldo minimum. Yang kita perlukan hanyalah keikhlasan.

https://cirebon.tribunnews.com/2019/07/26/hari-jumat-tiba-jangan-lewatkan-berdoa-di-waktu-bada-ashar-mustajab-doa-anda-bakal-dikabulkan
https://cirebon.tribunnews.com/2019/07/26/hari-jumat-tiba-jangan-lewatkan-berdoa-di-waktu-bada-ashar-mustajab-doa-anda-bakal-dikabulkan

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menabung amal. Pertama, kita bisa menabung amal dengan senantiasa berbuat baik kepada orang tua dan menjadi anak yang sholeh juga sholehah. Waktu kita tidak banyak, kulit mereka mulai keriput dan rambut mereka semakin memutih. Banyak hal pahit yang mereka sembunyikan dan mereka telan sendiri agar anaknya selalu bahagia. Selagi orang tua kita masih hidup, bersyukurlah karena kita mempunyai waktu untuk berbakti. Membahagiakan tidak melulu tentang materi. Di usia mereka yang sudah tua, mereka butuh diperhatikan, didengarkan dan didoakan. Maka kita sebagai anak jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka seusai sholat. Jika orang tua kita sudah dipanggil pulang terlebih dahulu, maka yang bisa kita tabung adalah keikhlasan serta doa-doa yang senantiasa kita panjatkan kepada sang Maha Kuasa, untuk mengampuni dosa-dosa orang tua kita selama hidup di dunia.

Kedua, kita bisa menabung amal dengan bersedekah. Bersedekah kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang membutuhkan. Yang perlu diluruskan yaitu tujuan bersedekah. Banyak dari kita bersedekah dengan tujuan agar diberi kesehatan, kekayaan, dan dipermudah segala urusan. Hal tersebut menggambarkan bahwa kita terlalu cinta terhadap dunia, hingga dunia dijadikan orientasi untuk bersedekah. Bukankah definisi ikhlas adalah tidak mengharapkan imbalan? Jika masih ada yang kita harapkan, berarti belum sepenuhnya ikhlas. Oleh karena itu, seharusnya kita bersedekah dengan tujuan semata-mata mengharap ridho-Nya.

Ketiga, kita bisa menabung amal dengan diseminasi ilmu yang kita miliki. Melalui penyebaran ilmu secara lisan maupun tulisan, kita bisa mengubah seseorang dari “Tidak Tahu” menjadi “Tahu”, dari “Tidak Bisa” menjadi “Bisa”. Tidak perlu menjadi tenaga pendidik untuk membagikan ilmu kepada sesama. Membagikan ilmu atau informasi yang baik sekecil apapun akan sangat berguna. Apalagi jika ilmu yang kita bagi terus disebarkan oleh orang lain. Hal tersebut bisa menjadi ladang pahala untuk kita dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir meski nanti kita tiada. Maka dari itu, terus menabung amal dan terus menebar kebaikan yang mendatangkan pahala, yang nantinya akan menolong kita saat kita harus meninggalkan dunia.

Kita tahu bahwa dunia ini fana, setiap yang bernyawa akan kembali menuju sang pencipta. Kematian adalah hal pasti yang tidak bisa manusia prediksi. Namun kenyataannya kita masih terlena, terlalu sibuk mengejar dunia, hingga lupa bahwa Allah bisa memanggil kita pulang kapan saja. Kita merasa masih muda, masih punya banyak waktu, seakan-akan hidup dan mati kita sendiri yang menentukan. Padahal bisa jadi waktu kita di dunia hanya tinggal hari ini, esok ataupun lusa.

Kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil karena kematian datang secara tiba-tiba. Jika dalam hidup kita terbiasa bermaksiat, bisa jadi kita dipanggil pulang juga dalam keadaan bermaksiat. Bersyukur jika kita dipanggil dalam keadaan bertaubat dan bermunajat kepada-Nya. Bersyukur jika hari ini kita masih diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki diri dan menabung bekal.

Sejatinya kematian bukanlah hal yang menakutkan. Harusnya kita senang, kita dipanggil pulang karena Allah rindu ingin berjumpa dengan kita. Sama halnya jika kita pergi merantau lalu orang tua meminta kita pulang. Itu artinya mereka merindukan kita.

Lalu mengapa kita takut jika dipanggil pulang? Mengapa kita takut untuk berjumpa dengan Allah sang Maha Penyayang? Mungkin karena kita tahu dan sadar bahwa kita masih banyak berbuat dosa, sehingga kita merasa malu untuk berjumpa dengan-Nya. Akan berbeda jika kita sudah punya tabungan untuk bekal pulang, kematian akan menjadi hal yang dinantikan. Penting bagi kita untuk menabung amal, melaksanakan segala kewajiban, dan meninggalkan segala larangan. Karena nanti, segala perbuatan kita selama hidup di dunia akan dihisab. Hanya amal yang dapat menolong kita dari siksa neraka.

Kepastian mutlak hanya milik Allah. Perlu diingat bahwa semua yang kita terima di dunia ini hanya titipan. Paras cantik nan rupawan, ketampanan, kekayaan, jabatan, dan segala hal yang kita bangga-banggakan di dunia ini semua akan kita kembalikan. Semua yang kita banggakan tidak bisa kita bawa pulang. Hanya bersisa tubuh yang tak berdaya dengan balutan kain kafan. Mata, tangan, kaki, semua anggota tubuh akan menjadi saksi atas apa yang sudah kita kerjakan selama menjalani kehidupan.

Mari sama-sama menabung untuk bekal pulang. Ingat bahwa waktu terus berjalan. Jangan sampai kita menjadi manusia yang merugi. Sudah saatnya kita bertaubat, meminta maaf atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Mari selalu bermuhasabah diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

9 Comments

  1. Hosting Unlimited Indonesia
  2. Keren… jadi nasehat yang baik.
    “Menabung untuk…., karena …. itu pasti, pasti itu milik….”.
    Terimakasih sudah mengingatkan, semoga menjadi kebaikan dan terjadi perubahan sikap dan perilaku untuk semakin BERIMAN dan BERTAQWA kepada Allah SWT.

    Kata kunci : “menjadi sholeh/sholeha, berbagi yang baik tanpa pamrih dan memberi bukan di saat berlebih dan dilihat”

    Semoga tetap Istiqomah berbagi kebaikan dan Allah Ridho.

    1. Sangat luar biasa isi dari tulisan ini.
      Memang tidak kita pungkiri kalo kita selalu lalai dengan kenikmatan dunia ini sehingga kita lupa menabung/mempersiapkan untuk kehidupan kita yang sebenarnya.
      Sama2 kita tau bahwasanya mati itu pasti dan kita tidak tahu kapan jadwal kita, kita hanya bisa mempersiapkan diri dan memperbanyak tabungan kita sehingga ketika jadwal kita sudah tiba kita sudah siap dengan diri kita dan tabungan kita yang akan kita bawa ke kehidupan kita yang sebenarnya kelak nanti.

      1. Ya ya ya… tularkan terus sesuatu yang positif, karena inilah yang bakal menolong kita nantinya.
        Bukan istri yang cantik, yang menemani kita….
        Bukan harta yang berlimpah, yang ikut bersama kita dia alam barzah atau alam akhirat.
        Bukan… bukan… bukan… dunia ini hanya sementara (alias fana), tapi menentukan kita mau ke Neraka atau ke Surga.
        Ayo kawan-kawan, jadilah pribadi yang jujur, taat kepada Sang Maha Pencipta, berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Hadits.

  3. Terimakasih Bu.
    Dekat tapi terlupakan, Pasti namun terasa Fiktif, inilah kelalaian yang melekat pada diri saya.
    Tulisan ini bagai Air Bah yang menhantam pikiran saya, sehingga mampu menjernihkan kembali Ingatan sebagai Hamba yang setiap langkah hanya berjejak Dosa.

    Semoga kita selalu dilimpahkan cahaya Hidayah, Aamiin.

    1. Bila kita menyadari secara tidak langsung akan hal tersebut, akankah lebih sempurna nya kita mendekat kan diri pada-Nya. Bukan kah kita diciptakan dan dilahirkan di dunia ini untuk kembali pulang kepada-Nya. Sekarang tugas kita yang ada diduniawi adalah menjaga amanah serta mengikuti ajarannya (Sesuai ajaran kita masing-masing) agar tidak salah arah dan tujuan. Gunanya apa ? Semua itu akan menjadi tabungan kita untuk dunia akhirat.

  4. Semua yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Semuanya akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Tidak ada satu pun yang hidup di dunia ini yang merasa dirinya abadi. Semuanya pasti akan kembali menghadap-Nya. Kapan dan di mana pun kita berada, pasti akan kembali kepada-Nya.

    Sebelum kita menghadap-Nya, maka harus ada persiapan semaksimal mungkin. Kita harus siapkan segala macam bekal agar merasa berkecukupan di alam Abadi nanti (alam Akhirat). Malu rasanya, bila kita tidak membawa apa-apa untuk menghadap-Nya. Malu rasanya, bila kita tidak ada persiapan sama sekali.

    1. Yok.. yok… yok… bertaubat. Kita gak tau, kapan kita akan dipanggil. Idealnya dalam setiap detik yang kita lalui “beriman dan bertaqwa ke Allah SWT”. Mari berbagi sesuatu yang positif atau bermanfaat, agar kelak tabungan kita semakin banyak – inilah yang bakal menjadi penolong kita kelak.
      Mari kita persiapkan diri kita….

    2. Sebab pada umumnya kita manusia awam ini, sering sekali lupa akan hal menabung untuk dunia akhirat karena kita terlalu fokus mencari dan menabung secara zohir duniawi secara terus menerus, akibatnya apa ? Banyak yang kita tinggalkan hanya karena duniawi ini saja. Salah satu contohnya ? Ibadah menurut iman kepercayaan kita masing-masing. Solusinya bagaimana ? Kita harus cepat dan tepat untuk memperbaiki iman pada diri kita serta menabung untuk akhirat kita nantinya. Karena manusia hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan dan dosa.

  5. Terima kasih Putri..
    Tulisan yang sangat mengispirasi banyak orang terutama pribadi saya dan bagi yang mau sadar..
    Menabung untuk pulang,pulang itu pasti,pasti itu milik Alloh SWT
    Terkadang kita lupa, mungkin juga pura pura lupa dengan kesibukan dunia, pada hakikatnya kita semua pasti akan kembali untuk meninggalkan Dunia ini..
    Ibaratnya kita di dunia hanya numpang untuk minum air saja dan sesaat.
    Banyak jalan menabung untuk pulang, bersedekah, memberi ilmu yang bermanfaat, dll. Namun banyak yang masih sayang takut hartanya habis atau berkurang..
    Contoh kecil, Ada orang yang memperbaiki jalan yang kita lewati, mungkin mereka secara tidak langsung tidak mengharap di kasih uang, tidak di kasih pun mereka juga tidak marah sama kita ,mereka hanya berharap ada yang mau ngasih, ada yang Rp 2000 ada yang Rp 5000 dan ada yang lebih mungkin ya khan..
    Mereka akan mendapat pahala, dan yang memberipun akan dapat pahala, dari setiap orang yang melewati jalan itu, dan pahalanya akan mengalir..
    Hal itu tanpa kita sadari..
    Putri keren deh..
    Sehat selalu putri..

  6. The Most Popular Traffic Exchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares