Kupas Tuntas Kendala atau Masalah di BHJE

Dasar dilakukannya :

  • Kenapa ya, pusingan panen di BHJE selalu berada di range yang tidak standard (pusingan panjang) di atas 8 hari?…
  • Kenapa ya angkutan TBS di BHJE selalu lambat?…
  • Kenapa ya “SPIRIT” Staff, Mandor dan karyawan selalu melemah?…
  • Kenapa ya keinginan untuk mendapatkan hasil yang lebih di karyawan rendah sekali di BHJE?…
  • Kenapa ya Staff (EM/Kasie/Asisten) susah sekali melaporkan tindakan yang dilakukan keseharian?…
  • Kenapa ya di BHJE susah sekali melaporkan kondisi yang sebenarnya (cenderung menyembunyikan) – baru menyampaikan, jika dikejar atau ditanyakan?…
  • Kenapa ya BHJE ini susah sekali menjalankan arahan yang diberikan pimpinan?…
  • Kenapa ya jika ada team yang masuk, padahal tujuannya untuk membantu melakukan percepatan perbaikan – cenderung tidak menerima (depend) atau melakukan penolakan?…
  • Kenapa ya turn over karyawan di BHJE ini termasuk tinggi, padahal kondisi perumahan sentralisasi?…
  • Kenapa ya… kenapa ya… kenapa ya?…
Root Cause Analysis (RCA) Analisis Akar Masalah
RCA adalah teknik analisis yang bertahap dan terfokus pada penemuan akar penyebab suatu masalah, dan bukan hanya melihat gejala-gejala dari suatu masalah. Tujuan RCA adalah untuk menemukan: Apa yang sebenarnya telah terjadi Mengapa masalah tersebut bisa terjadi Mengapa dan Megapa Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari masalah tersebut supaya tidak terjadi lagi di masa depan

Idealnya : Dengan faktor pembatas yang minim (areal cenderung flat, tanaman kompak/homogeny, areal cenderung kotak sabun, minim sekali inclave) HARUS lebih baik dibandingkan dengan estate lain (produktifitas, kualitas, biaya dan kondisi areal).

Jika kita ingin mengetahui sesuatu masalah sampai tuntas, harus dicari akar masalahnya (root cause factor) apa?… Mencari akar masalah itu pasti akan melibatkan komponen 5M + 1E (Man, Methode, Material, Machine, Money dan Environment).

Mari kita berdiskusi:

  • Apa penyebab BHJE menjadi seperti ini?…
  • Tindakan apa yang harus kita lakukan, sehingga BHJE ini mengalami lompatan perbaikan yang signifikan?…
  • Strategi atau siasat apa yang harus kita lakukan?…

Sampaikan dengan JUJUR, yang dikoreksi harus BERJIWA BESAR dan siap menerikan kritikan, masukan dan saran !!!
Teman-teman boleh menyampaikan masalah/kendala yang terjadi di tempatnya masing-masing atau yang sudah berhasil menuntaskan kendala/masalah tersebut.

Fishbone Diagram - Mencari Penyebab Akar Masalah
Fishbone Diagram – Mencari Penyebab Akar Masalah

Silahkan dibaca tulisan-tulisan yang sudah pernah dibahas :

Man (Manusia)
a. Kejujuran dan Kesegeraan Bertindak
Indikator mengukurnya sudah dibentuk Group khusus antara AC dan Kasie bersama semua Mandor BHJE pada hari Selasa, tanggal 29 September 2020. Hasil analisa dan evaluasi Area Controller 1 hanya 4 supervisi yang disiplin melaporkan aktivitasnya di Group.
– Mandor yang lain ke mana ya?…
– Apa yang dikerjakan mandor-mandor BHJE?…
– Susahkah melaporkan yang dikerjakan?…

Silahkan dilihat buktinya di sini : Untuk Mendapatkan Hasil Berbeda, Lakukan Cara Berbeda

Ini menunjukkan bahwa mandor-mandor di BHJE belum jujur dalam bekerja dan kesegeraan bertindaknya sangat lemah.

b. Komunikasi
Kondisi yang terupdate di BHJE saat ini masih lemah, terbukti sudah diarahkan pimpinan untuk melaporkan tindakan preparasi (apel pagi, mendatangi rumah karyawan yang tidak hadir), pengawalan proses (QC, monitoring pergerakan ancak, susun pelepah zig zag, over prunning, dll) dan evaluasi dan pertanggungjawaban kerja (apel sore belum dilakukan tertib).

c. Disiplin Kerja
Kondisi yang terjadi saat ini, disiplin kerja di BHJE untuk preparasi sudah membaik, sedangkan disiplin pada saat melakukan proses masih perlu ditingkatkan lagi (inefisiensi waktu, ouput tenaga kerja yang belum merata, jam kepulangan karyawan belum serempak). Cenderung berulang dari standard menjadi tidak standard lagi (contoh kasus: sudah dicontohkan untuk kaki lima jalan harus bersih… ehhh, masih diletakin pelepah lagi – dan masih banyak yang lain).
Eksekusi arahan pimpinan di BHJE ini sangat lambat, malah cenderung tidak dilakukan.

d. Skill pemanen dan Supervisi
Skill pemanen dan Supervisi belum standard. Ini bisa dilihat dari output yang belum merata dan kemampuan Supervisi dalam menghandel tenaga kerja di bawahnya masih belum sama. Ada kemandoran yang lambat sekali progress pergerakan ancaknya, losesnya masih tinggi.

e. Kepedulian
Kepedulian di BHJE masih sangat lemah, ini bisa dilihat dari kondisi perumahan “sampah berserakan, kondisi di belakang rumah belum rapi, nama-nama penghuni rumah belum dibuat dan masih gampangnya masalah ditemui di BHJE ini”. Sisi supervisi juga sangat perlu dilakukan edukasi ini, untuk meningkatkan kepedulian.

f. Pemahaman
Banyak kali dijumpai “sok pintar, nyatanya bodoh”. Kosongkan gelas, agar bisa diisi dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Pemahaman yang minim akan mempengaruhi standard kerja, kualitas kerja dan output kerja. Secara overall pemahaman Supervisi perlu ditingkatkan.
Media pembelajaran yang sudah terbentuk di Area 1: ITM Estate/ITM Area (setiap hari Selasa), Tematik bulanan Area/Estate (setiap Rabu) dan Coaching/Mentoring ke team (setiap hari Sabtu).

Methode (Cara Kerja)
Biasanya kesalahan yang terjadi dari cara kerja khusus di panen : pengancakan, memberikan kemampuan (ha coverage) yang terlalu luas, pengaturan orang dalam KKP tidak berimbang (misal: dalam KKP yang sama ditempatkan semuanya yang lemah), yang melaju dibiarkan melaju tanpa dihambat untuk membantu TK panen yang masih lemah, tidak serempak masuk ancak (cenderung dibiarkan masuk ancak masing-masing), BHS tidak dijalankan (in out together block by block).

Apa yang terjadi di BHJE?…

Material (Bahan)
Material yang dimaksud di sini adalah TBS yang dipanen dan berondolan.
Apakah TBS yang dipanen sudah tertib MRS 5?…
Apakah semua berondolan dikutip bersih?…
Nyatanya masih banyak dijumpai berondolan tidak dikutip, berondolan tidak diangkut, mutu transport jelek, buah banyak ditinggalin, laporan panen tuntas – nyatanya tidak tuntas. Why… Why… Why… Why… Why…?…

Machine (Angkutan TBS, Angkutan Karyawan, Peralatan Kerja)
Aktual kasus yang baru-baru ini terjadi “TK BM dari divisi 1 BDME mengeluh, karena banyak nyisir di TPH hanya 1 dan 2 janjang, bekas angkutan kontraktor – pakai unit kebun”. Terkesan tidak diberikan khusus, dibiarkan dan membuat TK BM bantuan jera untuk membantu di BHJE”.
Jumlah unit yang mumpuni, seharusnya evakuasi TBS jauh lebih cepat – nyatanya masih lama. Unit cukup – BM kurang, juga merupakan kendala dalam evakuasi TBS. Komponen dalam proses angkut TBS harus terpenuhi (AKP benar dilakukan, preparasi tajam, TK panen cukup/sistem BHS dijalankan, unit dan TK BM cukup serta kesiapan jalan harus mumpuni). BHJE masih berkutat di permasalahan BM, jalan, AKP abal-abal, sistem BHS tidak jalan dan preparasi tidak dijalankan.

Apakah peralatan kerja (dodos, egrek, angkong, pengki, dll) sudah dikembalikan ke rumah BHS secara tertib dan dilakukan surprise check?…
Apakah peralatan kerja dicheck setiap hari (sampel) sebelum berangkat kerja ke lapangan?…
Apakah peralatan kerja terpenuhi?… (support full estate)
Apakah peralatan kerja layak digunakan?…
Apakah peralatan kerja diperlakukan seperti punya sendiri?…

Money (Hak Karyawan)
Masalah dari hasil pemeriksaan Audit Reguler menjadi pembelajaran berharga bagi team BHJE kaitan upah karyawan yang pulang seharusnya dikembalikan dulu ke Wilayah (padahal sudah sering diingatkan). Karyawan yang pulang tersebut, punya utang di Warung, pihak Warung selalu mempertanyakan ke Asisten tempatan, sehingga Asisten melakukan cara untuk langsung membayarkan utang karyawan tersebut ke Warung. Inisiatif ini boleh lah di Appresiasi, namun tetap melanggar prosedur (unprosedural) dan terindikasi fraud di mata Audit.
Tindakan perbaikan ke depan :
– Jika karyawan yang bersangkutan sudah tidak ada, harus dikembalikan dulu ke Wilayah – kecuali ada surat kuasa dari karyawan yang bersangkutan.
– Asisten harus melakukan feedback, setelah gajian – dengan mempertanyakan: apakah ada hak karyawan yang kurang?… sekaligus mempertanyakan kendala-kendala apa saja yang dihadapi – support pimpinan apalagi yang harus dilakukan.

Environment (Lingkungan)
Penglihatan mempengaruhi tindakan seseorang. Lingkungan yang aman, nyaman, tertib dan indah merupakan dambaan planters handal. Di BGA sudah ada programnya, namanya MANTHAB.
Lingkungan di BHJE masih kumuh, kotor, sampah berserakan dan belum muncul kesadaran untuk tertib buang sampah, pentingnya kebersihan. Indikatornya dapat dilihat, tingginya HKNE di BHJE. Kegiatan Jumát bersih di BHJE belum tertib dan konsisten dilakukan.

Setiap hari Jumát sudah dibentuk dan ditegaskan oleh Area melalui kegiatan Jumát Bersih dan sarasehan bersama karyawan. Seharusnya dengan kondisi perumahan yang kompak (sentralisasi) ini menjadi kekuatan BHJE

Ikuti Saya

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

7 Comments

  1. Hosting Unlimited Indonesia
  2. Pada hari Jumát, 09 Oktober 2020 telah dilakukan pemanggilan beberapa mandor BHJE. Beberapa notulensi yang perlu disampaikan :

    Masukan dari Pak Turmudi :
    – Sampaikan masalah lebih awal, jangan sampai pimpinan dulu yang tau – karena tingkat emosinya berbeda, jika disampaikan lebih awal.
    – Dibuatkan di peta setiap masalah yang ditemui di lapangan.
    – Tetap semangat – sudah takdir menjadi pemenang.
    – Semangat beliau adalah keluarga beliau.

    Masukan dari Pak Ade K Tarigan :
    – Dipampangkan Mandor terbaik dan mandor terburuk.
    – Akan di follow sarana olaharga dan perumahan karyawan.
    – Kekompakan team perlu diperbaiki.

    Penyampaian terakhir dari Supervisi BHJE (diwakili oleh Pak Eko Mandor 1 BHJE 02):
    – Menerima lapang dada, membawa ilmu-ilmu yang sudah disampaikan.
    – Berkomitmen menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
    – Semangat ditingkatkan dan kerjakan langsung setiap masalah yang ada.
    – Bisa lebih semangat lagi, untuk bekerja lebih Amanah dan bertanggung jawab.

    Setiap 1 bulan sekali AC 1 akan menginvite perwakilan mandor BHJE (boleh di ruangan AC atau pada saat Suryanada tampil atau di tempat yang rileks). Waktunya setiap malam Sabtu jam 19.00 WIB.

  3. Secara overall pemanggilan perwakilan Supervisi BHJE ke ruangan AC 1, diperoleh beberapa catatan :
    1. Mereka kering yang namanya sharing dan belajar.
    2. Mereka mengakui kerja dan kerja, tanpa dibekali modal berharga kaitan dengan pembelajaran.
    3. Begitu salah dalam bekerja, langsung disalahkan tanpa ada solusi yang jelas.
    4. Keinginan mereka untuk bangkit dan menyelesaikan masalah yang ada serta semangat tumbuh kembali untuk membuat diri mereka lebih baik.
    5. Mereka berkomitmen mulai hari ini dan paling lama besok, setiap masalah di luar kendali mereka (areal semak, underprunning, dll) – mereka laporkan langsug di Group yang sudah dibentuk secara lengkap (5W + 1H).
    Contoh :

    Di blok H38 saya menemui kondisi seperti ini (ada gambar) dengan luasan 1,5 Ha.

    6. Fokus dan melakukan percepatan untuk pusingan panjang, tuntas dan bersih harga mati dan berkomitmen saling membantu jika ada team atau divisi yang butuh bantuan dengan target evakuasi TBS tuntas jam 17.00 WIB

    Demikian komitmen perwakilan Mandor BHJE

  4. Session II pemanggilan Asisten BHJE (Pak Hasan Basri, Pak Erwin Sitopu dan Pak Ismakun):
    – STOP KEBUSUKAN yang sudah terjadi selama ini.
    – Komitmen mandor ditagih dan dipastikan terjadi sesuai dengan yang disampaikan mereka.
    – Kemandirian sudah diclearkan (terutama ke Pak Topu, report dari kendala/masalah yang dihadapi tetap terus dilaporkan).
    – Percepatan perbaikan areal bermasalah (semak, underprunning) team khusus tanpa mengganggu team panen (cari tk borongan).
    – Percepatan pembuatan titi panen (cek dan sesuai kondisi di lapangan).
    – Normalisasi kondisi areal BHJE untuk menjadi ringan (80%) dan sedang (20%).
    – Borongan prunning, semak di follow up paling lama hari Senin.
    – Tertib administrasi tetap harus dilakukan.
    – Apel sore divisi jam 14.00 WIB, paling lama sd jam 14.45 WIB. Apel sore estate mulai jam 15.00 WIB (bersama team administrasi) s/d jam 16.00 WIB.

    Masukan Pak Ade K Tarigan (Kasie BHJE) :
    – lebih baik 1 x 3 dibandingkan 3 x 1 (1 kali belajar 3 kali pengulangan, daripada 3 dapat ilmu, 1 kali pengulangan).

    Masukan dari Pak Turmudi (EM BAGE) :
    – Mandor2 bapak menggambarkan keadaan sebenarnya, maunya pemimpin MAUnya selalu benar.
    – Mandor2 bapak tau dimarahi jika salah, tanpa diberikan solusi.
    – Pemimpin itu selalu menanyakan : Apa kendalamu?… Apa permasalahanmu?… tugas pimpinan memberikan solusi.
    – Jangan HANYA MARAH SAJA yang diutamakan. Membangun sebuah team harus pemimpinnya RENDAH HATI, siap dikoreksi pimpinannya – tanpa Supervisi kita tidak bisa apa-apa.
    – Jangan selalu menyalahkan Supervisi kita, karena pimpinan yang selalu salah, jika yang dipimpinnya salah.
    – Kekompakan harus dibangun dari pemimpinnya (para Asistennya) “Ayo kita bantu”, saling bekerjasama dan saling membantu.
    – Jika tidak satu Synergi dalam satu atap, pasti akan mengedepankan ego masing-masing.
    – Bagaimana cara membentuk team work?… Apel pagi tahap terakhir (setelah Apel pagi tahap II – walaupun waktunya sebentar – EM lakukan, tanyakan ke semua mandor). Misal: keras menindak 100 ribu ke Asisten panen buah mentah.
    – Keterbukaan EM: siap dikoreksi, kepemimpinannya bagaimana…
    – Perlu pembuktian jika ingin merubah segala sesuatunya dengan cara berbeda (kasus bantu TK koperasi Mekar Jaya vs koperasi Tani Santoso di BAGE).
    – Tetap semangat team BHJE – sampaikan permasalahan terlebih dahulu.
    – Dekat dengan karyawan – datangi ke rumah karyawan (1 – 3 rumah), dilaporkan.

  5. Session III : pemanggilan EM BHJE (Bapak Ripelson Siadari)
    Menyampaikan kondisi diri yang sebenarnya ke RH Mentaya, sebelum jam 00:00 WIB (kebodohan diri, kebohongan yang dilakukan, siap dihukum, minta dikasih kesempatan)

    Masukan dari Pak Turmudi :
    – Pemimpin : kadang melemah di depan anggota kita – bukan berarti kita kalah. Melemah, yang penting tujuan tercapai.
    – Marah pun tidak menyelesaikan masalah – akan tersimpan di dalam hati (gondok, jengkel, dll).
    – Pemimpin tidak boleh asal marah – misal: masalahmu apa (intonasi yang berbeda).
    – Kunjungan Pak RH : 2 minggu lagi saya ke sini – kamu kerjakan ini-ini… nyetel musik sesuai dengan kondisi Areal. Terimakasih kamu sudah mengerjakan apa yang sudah diarahkan.
    – Membangun team : diawali apel sore (apel sore jam 15.00 – 16.00 WIB dipaksakan harus terjadi). Banyak meminta permasalahan mereka… pola pimpinan berubah. Asisten main ke rumah karyawan 1 – 3 rumah sambil mengawal evakuasi TBS.
    – Pola perlu dilakukan berbeda ke masing-masing Asisten yang ada di team kita. Mau Bangkit… Mau Berubah?… jawab dengan BUKTI !
    – Masalah Denda BHJE keras, telat apel pagi SPV 50 rb, Asisten kirim mentah 100 rb.
    – KajiDiri : kasus B07 (jalannya hancur lebur) ditujukin lebih awal. Kasus mesin air dilaporkan – lebih deras kencing (tetap yang salah komandannya). Ini pertanda dan bukti pemimpinnya tidak pernah main ke rumah karyawan. Dibangun ke karyawan kendala/masalah yang dihadapi.

  6. Permasalahan di bhje,belum konsisten dlm mengatasi masalah ,contoh setiap temuan yg di lporkan mandor di FU tp tidak tuntas,
    Terlalu bnyak masalah akhirnya bingung mana yg harus di selesaikan dulu,akhirnya semua pekerjaan tidak ada yg tuntas

  7. The Most Popular Traffic Exchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares