NgeRumpi, Bagus gak Sih?….

Halo Guys…
Ngerumpi apa ya?… ini yang lagi trend terjadi di lingkungan. Ngerumpi itu pasti bercerita atau menceritakan sesuatu. Jika yang diceritakan tentang sesuatu baik, berarti ngerumpi itu baik. Contohnya : ada masalah di pekerjaan, kemudian disampaikan, didiskusikan – pada akhirnya akan menemukan solusi dari setiap kendala/masalah yang dihadapi. Ini ngerumpi yang baik. Ngerumpi seperti ini, jarang sekali terjadi.

Waw…
Ngerumpi yang gimana sering terjadi?… cenderung menceritakan sesuatu yang tidak baik. Misalnya : aib (diri sendiri, orang lain), masalah-masalah yang tidak harus disampaikan (dipublikasikan), dll. Ngerumpi seperti ini memberikan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain (red: dosa dalam islam).
Orang tua kita, guru kita, para pemuka – sering bernasehat “bahwa mulutmu, harimaumu“, makanya jagalah ucapan, dengan mengatakan yang penting-penting saja.

Ngerumpi Sisi Positif
Curhat itu sesuatu hal yang baik, jika sama-sama menjaga kepercayaan dan tidak menyampaikan ke orang lain sesuatu yang jelek. Curhat idealnya ke orang yang dipercaya (Allah SWT, orang tua, suami/istri), ke sesama jenis (cenderung tidak ada kepentingan), lebih dewasa cara berpikir, lebih matang dalam menjalani kehidupan ini, punya tracking (perilaku) yang baik dan nilai-nilai positif lainnya (jujur, bertanggung jawab, tidak sombong, amanah, dll). Curhat seperti ini, antara kedua belah pihak saling mengisi dan pada akhirnya semua menjadi baik.
Hindari curhat dengan lain jenis, apalagi beda status – karena cenderung ada kepentingan di balik semuanya.

Sebisa mungkin menjaga setiap omongan yang kita terima dari orang yang menceritakan masalah yang dihadapi, tidak menyebarluaskan dan cukup konsumsi buat diri saja. Begitu kita dipercaya, jaga kepercayaan itu – harga dari sebuah kepercayaan SANGAT MAHAL dan SANGAT BERNILAI (red: konglomerat aja tidak mampu beli).

Ngerumpi itu identik dengan transfer komunikasi negatif.

Farida Tangjung Harapan New
Farida Tangjung Harapan New
Intinya :
Ngerumpi itu, cenderung perilaku yang kurang baik – karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.

STOP ngerumpi
STOP menceritakan orang lain
STOP berbuat tidak baik
Karena yang kita pikirkan, kita lakukan hari ini menjadi cerminan bakal jadi apa kita ke depan. Semangat Guys dan tetap jadi wanita yang baik, sholeh dan sholeha.

Farida alias ida
Follow me

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

9 Comments

  1. Hosting Unlimited Indonesia
  2. Pada intinya ngerumpi bukanlah sesuatu yang menguntungkan diri, apalagi dalam menceritakan kejelekkan dan keburukkan orang lain. Melainkan itu akan menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.
    Maka alangkah baiknya kita itu sebagai manusia ciptaan Sang Maha Kuasa yang paling sempurna dapat menaburkan kebaikan kepada orang lain, berbagi ilmu satu dengan lain dan terus selalu berfikir serta berbuat hal yang positif.
    Salah satunya adalah Menulis, dengan Menulis anda sudah dapat berbagi kebaikan dan menaburkan informasi informasi yang positif serta bermakna untuk dibaca banyak orang, Bukankah kita diciptakan untuk saling berbagi kebaikan?? jadi STOP yang namanya Gosip, Ngopok, apalgii Ngerumpi.
    Mulailah tanamkan kebaikan dengan berbagi, menulis dan sharing ilmu tentunya.

  3. Sibuk mengurusi urusan orang lain sangat tidak bermanfaat. Kamu akan membiarkan diri kamu terjebak dalam urusan orang lain dan lupa mengurusi urusanmu yang lebih penting. Padahal waktu terus berjalan, mengabaikan waktu melesat jauh dan tidak melakukan sesuatu yang berguna untuk mengembangkan diri seperti mengejar cita-cita akan sangat merugikan diri sendiri.
    So Stop ngomongin sesuatu yang nggak penting ya guys. Ingat bahwa waktu nggak bakal berjalan berbalik hanya untuk memperbaiki kesalahanmu dimasa lalu .

    1. Inspiratif Mbro… kelihatan sekali sudah banyak makan garam yowhhh, sampe turah-turah. Idenya keluar seperti air…. jangan negatif ya !!!! ha ha ha.
      Selalu berbagi Yun, karena berbagi itu indah (red: berbagi positif ya).
      Tulisan terindahnya ditunggu !

  4. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, dijelaskan bahwa “Berkatalah yang baik atau Diam”. Sudah jelas memang ngerumpi atau ghibah bukan hal yang baik. Pasti setiap agama pun tidak ada yang mendukung atau membenarkan kegiatan ngerumpi. Membicarakan keburukan orang lain juga bisa memicu fitnah, karena belum tentu yang kita bicarakan sesuai dengan realita. Ingat, fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

    Bukankah lebih baik fokus mengoreksi diri sendiri? Banyak hal dalam diri kita yang perlu diperbaiki. Apa kita sudah merasa sempurna hingga membicarakan keburukan orang lain?

    Yuk kurangi ngerumpi, perbanyak introspeksi. Yuk koreksi diri sendiri, agar hidup lebih baik lagi.

    1. Keren…
      Orang tua kita, atok kita – sering bernasehat – sering sekali terjadi dalam kehidupan. Kata mereka “Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, tetapi semut di seberang lautan terlihat dengan jelas”. Esensi dari nasehat ini adalah NGERUMPI itu cenderung melihat sisi negatif di luar diri kita, padahal belum tentu diri kita lebih baik dari yang kita ceritakan.
      Saya setuju, lebih baik MENGKAJI DIRI daripada mengkaji orang lain. Yok, koreksi diri atau kaji diri yachhh….

      Lanjuuttttt…..

  5. Ngerumpi memberikan dampak buruk di lingkungan masyarakat. Kelakuan ngerumpi sesuatu yang tidak baik. Banyak kita saksikan kasus muncul akibat ngerumpi ini.
    STOP ngerumpi… setuju ya?

  6. The Most Popular Traffic Exchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
error: Content is protected !!