Experiences

Pembelajaran yang paling baik berawal dari Pengalaman yang sudah Terjadi

Taatkala kita sebagai manusia ini selalu merasa sudah baik, sudah paling benar dan lain sebagainya, nyatanya malahan kita untuk ke jalan yang baik saja masih sangat jauh sekali. Mengapa demikian ? karena pada dasarrnya manusia itu sangat kurang rasa bersyukur kepada sang Maha Pencipta. Sebab, karena itulah pada dasarnya kita manusia itu :
Selalu merasa kurang puas
Selalu merasa kekurangan
Selalu merasa terhina
Tidak pernah mau disalahkan
Selalu merasa benar
Selalu merasa paling baik
Merasa diri sudah paling hebat
Sering melakukan kebohongan
dan masih banyak lagi tentunya (NB : Boleh dtambahkan dikolom komentar gaes)
Kita selalu sudah merasa cukup untuk belajar, tetapi kebanyakan pelajaran yang kita dapati itu hanyalah “Katanya” atau “Ngarang bebas”, seharusnya kita belajar juga dari pengalaman yang ada, sebab Pembelajaran yang baik itu berasal dari Pengalaman yang ada.

Experiences
Experiences

Waktu terus berjalan satu detik yang lalu adalah waktu masa lalu yang tidak akan pernah bisa kembali. Waktu adalah bagaikan anugrah dari Tuhan yang begitu luar biasa, tapi tidak banyak orang yang bisa menghargai itu. Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang belum bisa menghargai waktu tersebut. Tetapi dengan begitu tidak memudarkan rasa Pembelajaran kepada diri saya atas apa yang sudah saya alami dan terjadi selama kurang lebih 24 tahun silam ini. Saya juga merasa diri saya sampai dengan saat ini belum baik, tetapi hal positif yang dapatkan adalah saya mengambil pembelajaran dari pengalam yang sudah saya alami dan terjadi dikehidupan nyata saya, contoh hal kecil yang positif yang saya rasakan adalah lebih dapat menerima koreksi diri (komentar) terhadap diri saya, lebih menurunkan Egoisme diri saya, mendewasakan diri dengan terus mengasah (mengkaji) diri, serta terus menaburkan kebaikan di orang-orang sekitar saya. Masih banyak koreksi diri saya yang sebenarnya sedang berproses untuk saya benahi dan mengembalikan diri saya kejalan yang baik dan benar. Karena saya ingin membagikan kebaikan-kebaikan walupun dengan hal yang terkecil kepada orang-orang disekitar saya, misalkan berbagi tulisan atau sharing ketemu zohir maksudnya, dan membantu yang bisa saya lakukan sesuai dengan kemampuan saya pastinya.

Maka dari itu seharusnya dan sepatutnya kita manusia harus banyak-banyak mengkaji diri kita ini sudah baik dan benar apa belum, karena indikator utamanya adalah tingkat ke-Egoisme diri kita lah selalu membuat kita masuk ke Zona yang salah, tidak mau mendengarkan apalagi membagikan suatu kebaikan. Banyak dari kacamata telanjang yang sudah jalani dan saya tonton beberapa manusia-manusia pada zaman saat ini yang sudah merasa dirinya palin baik dan benar, padahal nyatanya? haduhhh, sudahlah tidak usah dijawab lagi, tanya pada diri kita masing-masing. Beranilah untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita perbuat sebelum-sebelumnya, beraniah mengambil resiko dari semua keputusan yang kita lakukan, dan beranilah untuk mengakui kesalahan yang sudah kita lakukan tersebut. Bila kita tidak ingin belajar dari kesalahan yang ada dan tidak menjadikan pembelajaran, mau sampai kapan kita akan mendapatkan pembelajaran yang baik dan membuat diri kita menjadi lebih kearah jalan yang benar pastinya.

Indikator Motivasi Pengalaman Hidup
Indikator Motivasi Pengalaman Hidup

Pembelajaran yang tepat untuk diri kita sebagai manusia adalah belajar dari pengalaman yang sudah kita alami dan terjadi pada hidup kita. Baiknya kita sebagai manusia itu seharusnya dapat mengkaji diri kita sendiri dengan apa yang telah kita alami dan terjadi salam hidup kita. Jangan sampai Egoisme diri kita lebih tinggi daripada tingkat Rendah Hati kita. Karena sebaiknya kita sebagai manusia yang paling sempurna diciptakan oleh Sang Maha Kuasa itu harus dapat mengkaji diri untuk lebih Rendah Hati dan dapat menerima kekurangan diri kita itu untuk menjadi bahan perbaikan diri kita sendiri dan bisa menjadi perbaikan kedepannya. Coba saya ingin mengkaji secara indivdual mengenai ke Egoisme diri yang secara umum kita pernah alami tentunya…
Tidak mau menerima Koreksi Diri
Selalu sudah merasa diri paling Benar
Cepat Berpuas Diri (Congak)
Menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi
Tidak mengambil pembelajaran atas apa yang terjadi
Kemudian sering menutupi kesalahan dan kebohongan
Lebih mementingkan Egoisme diri
Bebal atau lebih sering dikatakan Keras Kepala
Suka Ngebos in juga masuk gaess
Paling sering Menggampang sesuatu
dan lain sebagainya, (Boleh ditambah dikolom Komentar Gaes)

Jadi, bahan evaluasi yang seharusnya bisa kita buat jadi perbaikan dan menjadikan pembelajaran diri kita adalah, sering Mengkaji (Mengasah) diri, Rendah Hati lebih ditingkatkan daripada Egoisme diri, dan harus berani keluar dari Zona Nyaman kita. Buang rasa Egoisme kita jauh-jauh dari kita terlebih dahulu agar menjadi Manusia yang Pembelajar dari indikator Pengalaman yang sudah kita alami. Jujur adalah kunci utama, Loyalitas adalah kepribadian pada diri kita. Bila kita sudah menanamkan dua hal tersebut seharusnya kita sudah masuk dalam Manusia Pembelajar yang baik.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

1 Comment

  1. Waw… waw… waw…. keren bingits Mbro.
    Kaji diri itu lebih baik, daripada mengkaji orang lain… terus Mbro diasah terus, agar Tuhan lebih menyayangi kita, agar rasa Syukur kita bertambah.
    Saran saya : gak boleh berputus asa yachhh… dan tidak boleh larut dalam demotivasi… bangkit… bangkit… bangkit… angkat bokongmu… angkat pantatmu… berjalan dan berlarilah… dekati dan raih impianmu.
    Inspiratif, semoga bisa terus ditularkan tentang tulisan ini dan dikonkritkan dalam tindakan nyata.

    Harga diri, jika ingin dihargai orang lain…
    Jujur terhadap diri, agar orang lain jujur terhadap diri kita…
    Siksa dan hukum diri, jika diri melakukan kesalahan…

    Gunakan mata untuk melihat yang baik…
    Gunakan telinga untuk mendengar yang baik…
    Gunakan kaki untuk melangkah ke tempat yang baik…
    Gunakan kepala untuk memikirkan yang baik…
    Gunakan tangan untuk menggapai atau mengambil yang baik…
    Gunakan segala sesuatunya dalam diri untuk melakukan yang baik, karena pada suatu ketika akan diminta pertanggungjawaban…

    Mari mulai detik ini, menjadi pribadi yang baik (jujur, rendah hati, sabar, tidak sombong, amanah, bertanggungjawab dan nilai-nilai positif lainnya).

    Mulai dari sendiri… yachhh….

  2. The Most Popular Traffic Exchange
    Peluang Mendulang Profit di Masa Pandemi Covid 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia