Rawat Jalan Manual Blok A06a, GMKE 01 - 26 Oktober 2020

Pengejaran Target Produksi, Pemeliharaan Jalan dan Selisih Jumlah Janjang

[27/10 07:35] Budi S – Militansi.com:

Ada sedikit koreksi (dicetak tebal).

Dear all RH/AC.

Produksi BGA bulan ini (s/d tgl 25) rata-2 produksi hariannya masih minus 271 ton dibandingkan bulan September lalu, dan masih minus 278 ton dibandingkan BBC-3. Jika tdk ada lompatan produksi pada minggu ini, maka berpotensi produksi Oktober menurun dari September. Padahal informasi yang diterima Manajemen bahwa tahun ini peak crop akan terjadi di bulan Oktober.

Terdapat 4 region yang produksi Oktober gap negatif terhadap produksi September maupun BBC-3 yaitu Region Mentaya, Kotawaringin, Kendawangan dan Rokan Hulu.

Masih ada pusingan terlambat hampir di semua region/area dengan total keseluruhan BGA seluas 16.175 ha atau 9%. Region yang pusingan terlambat besar adalah Mentaya, Pundu dan Kendawangan. Untuk tingkatan area, Area dengan pusingan panen terlambat yang besar prosentasenya adalah Area 6B, Area 1, Area 2A, Area 4A.

Dari luas panen perhari yang di bawah target adalah Region Mentaya (Area 1, 2A), Nanga Tayap (Area 8A, 8B), Sei Rasau (Area 7B).

Perlu dilakukan upaya peningkatan produksi agar produksi bulan ini jangan sampai lebih rendah dari bulan lalu :
1. Segera dilakukan normalisasi pusingan panen yang terlambat di Region/Area/Estate yang masih terdapat pusingan panen terlambat.
2. Dilakukan penambahan luasan panen harian (1,25 – 1,5 seksi) pada Region/Area/Estate yang pusingan panennya normal, sehingga akhir bulan ini umur pusingan panen memendek 5-6 hari. Perpendek umur pusingan panen ini sekaligus preparasi untuk antisipasi jika masih akan terjadi lonjakan produksi (peak crop) pada bulan November/Desember. Ini prioritas terutama region/area/estate yang capaian produksi terhadap sensus BBC-3 juga masih jauh (di bawah rata-rata).
Berikut data produksi bulan Oktober, September, umur pusingan panen dan luas panen harian sebagai pertimbangan RH/AC.

[27/10 12:52] Budi S – Militansi.com:

Fyi from PQIC :

PEMELIHARAAN JALAN DI MASA CURAH HUJAN TINGGI

Dear all AC.
Pada kondisi curah hujan yang tinggi seperti saat ini, kami mengingatkan agar perawatan jalan lebih dominan dilakukan secara manual (team rawat jalan). Penggunaan alat berat (grader) agar “diminimumkan” karena justru bisa memperburuk kondisi jalan jika operator grader tidak paham mengoperasikan grader di musim penghujan. Tidak masalah permukaan jalan “keriting”, jangan karena ingin memperhalus permukaan jalan dgn grader justru nantinya jalan akan rusak.
Khusus untuk perawatan jalan produksi non akses (MR, CR) sebaiknya dikerjakan H+1 artinya dikerjakan 1 hari setelah panen blok tersebut, dimaksudkan preparasi kondisi jalan untuk rotasi panen berikutnya dalam kondisi aman.
Team QA diminta untuk membantu mengawal hal ini. Terima kasih.

SELISIH JUMLAH JANJANG ANTARA SPB VERSUS AKTUAL

Berdasarkan penghitungan jumlah janjang aktual yang dilakukan oleh QA dibandingkan dengan jumlah janjang yang dituliskan di SPB, ditemukan selisih minus yang signifikan. Temuan ini tidak boleh disepelekan atau dijadikan hanya sekedar temuan administrasi; tetapi harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi dikaitkan dengan tingkat kerawanan pencurian buah yang tinggi.
Oleh karena itu AC harus segera menindaklanjuti kepada EM atau asisten divisi setiap kali ditemukan selisih janjang yg signifikan. Risiko terbesar jika selisih kurang janjang tersebut terjadi karena sengaja ditinggal di lapangan agar nanti diambil oleh pencuri buah, sebagian janjang sengaja dijatuhkan di tengah perjalanan, atau murni kelalaian menghitung jumlah janjang dalam SPB yang berpotensi adanya restan liar di lapangan (restan yang tidak terdeteksi karena secara administrasi janjang sudah terlaporkan dikirim ke PKS). Harap hal ini menjadi perhatian serius bapak-2 AC. Terima kasih.

Ikuti Saya

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares