Gambar lapisan tanah kaolin, dan gumpualn tanah kaolin yang tidak memiliki struktur.

Pengelolaan Area Dystrudepts dan Sandy Area di Reg. Kalimantan Tengah

Dengan Hormat,

Berikut kami kirimkan Hasil Audit Pengelolaan Areal Dystrudepts dan Audit Pengelolaan Sandy Area (Rot I dan Rot II) di Reg. Kalteng, Periode Tahun 2020, dan Limiting Factors in Area Dystrudepts dan Limiting Factor in Sandy Soil

1. Secara Umum belum ada upaya yang signifikan dalam penangan Areal Dystrudepts /Kaolinit di Reg.Kalteng, hal ini tercermin dari nilai pengelolaan Areal Dystrudepts di Reg.Pundu : 39 (kategori Poor), dan di Reg. Kotawaringin : 33 (kategori Poor)
2. Dari hasil Audit SPP Rot I dan Rot II di Reg. Kalteng secara umum sudah ada perbaikan,namun belum signifikan, hal ini dapat dilihat dari perbandingan nilai Audit Rot.I dan Audit Rot.II, nilai Audit Rot.I : 40,14 (kategori Poor) dan nilai Audit Rot.II : 51,20 (Kategori Fair) atau naik 11,06 point terhadap Audit Rot.I

A. Dystrudepts
Dystrudepts – Tanah yang berkembang dari batu liat dan batu pasir, penyebaran nya pada Landform Koluvial, Aluvial dan Tektonik dengan relief agak datar sampai berbukit/bergunung. Warna tanah lapisan atas coklat kekuningan, hingga merah kekuningan, Tekstur sedang sampai halus, Struktur gumpal agak membulat, B.O rendah <2%, KTK rendah, kejenuhan Al, sedang sampai tinggi.
Tanah Dystrudepts merupakan Ordo dari tanah Inceptisols dengan Sub Ordo Udepts dan Sub Group Aquic Dystrudepts dan Typic Dystrudepts.
Warna merupakan sifat atau ciri yang paling mudah di bedakan di lapangan:
1. Tanah berwarna hitam atau gelap menandakan ketersedian bahan organik tinggi
2. Tanah berwarna pucat atau terang menandakan tanah tidak sehat atau ketersedian bahan organik rendah
3. Tanah berwarna merah merupakan indikasi adanya besi Oksida dan tanah mengalami proses Oksidasi
4. Tanah berwarna abu-abu berarti sedang terjadi peristiwa Reduksi dalam tanah.

Limiting Factors in Area Dystrudepts
1. KTK rendah 3-15 cmol/kg
2. Bobot isi tinggi 1,4 gr/cm3
3. Permeabilitas rendah
4. Struktur masive/keras
5. Populasi mikro Organisme rendah
6. B.O rendah < 2% • Treatment effort in Area Dystrudepts
1. Pembuatan Bio pori/parit angin
2. Pembuatan sub soilling/Focal feeding
3. Aplikasi bahan Organik
4. Ground Management Established
5. Konservasi Individu (zig-zag konsisten)
6. Pembuatan sekat air (Collectiom drain dan Main drain)
7. Canopy Management

B. Spodosols
Spodosols adalah tanah masam yang dicirikan dengan akumulasi bahan organik, Al / atau tanpa Fe Oksida di horizon bawah, tanah Spodosols dicirikan dengan adanya lapisan pasir masam di atas lapisan lempung/spodik yang bewarna gelap, tanah pasir terbentuk karena adanya proses pelapukan kimia dan Fisika pada batuan, senyawa – senyawa organik tercuci kebawah bersama air, perkolasi, sehingga permukaan tanah bewarna terang, sedangkan horizon bawah berwarna gelap karena terjadinya akumulasi selaput organik pada butir-butir tanah.
Tanah Pasir tidak memiliki kandungan air mineral dan unsur hara, tekstur yang kasar, terdapat ruang pori yang besar diantara butirannya, struktur yang lepas dan gembur, partikel yang besar dan kurang dapat menahan air

Limiting Factors in Sandy Soil
1. Miskin hara
2. Ph tanah rendah
3. KTK rendah
4. Miskin bahan Organik
5. Lapisan Spodik 30-60 cm
6. Tekstur kasar

Treatment Effort in Sandy Soil
1. Desaign satuan pengelolaan pasir (SPP)
2. Pembuatan Silt-pit With Over flow 30 cm
3. Aplikasi bahan Organik
4. Soil Moisture dan Rain Harvesting Activity
5. Aplikasi pupuk khusus (jenis dan tepat cara).

Demikian di sampaikan, hasil Audit Sandy Area dan Areal Dystrudepts, Reg. Kalteng, tahun 2020, trimakasih

Ikuti Saya

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
error: Content is protected !!