Saya ini bos!

Terkadang seorang asisten divisi merasa maha dari segala maha (dipikiran diri sendiri) . Sampai semua urusan tinggal tunjuk selesai menurutnya. Coba anda bayangkan jika jari telunjuk anda putus? Apakah anda bos? Coba bayangkan mulut anda yang pedas, dan sering membuat orang dibawah anda sakit hati, tidak bisa bicara. Apa anda bos? Bos itu sering disalah artikan. Sampai kita terkadang tidak bisa menjaga etika berbicara dan etika menyuruh.
Datang ke suatu tempat Bla… Bla… Bla…. pergi tidak seperti yang dimau marah! Lalu berkomentar “Kalian gitu saja tidak bisa” terlontar dari mulutnya. Ayo coba tunjukan ke bahwaan anda cara kerja yang benar seperti anda mau. Hati-hati jika jadi bos, jaga mulut ya… Ikan saja tidak bisa jaga mulut berakhir dikuali loooooo……
Ada juga memanggil bawahan ngomong,,lalu bla …bla… Bla… ” Pergi lalu” pulang” lalu zzzzzzzzzzz” minta hasil yang baik.
Eh bos ku… Anda contohkan pun belum tentu bisa. Apa lagi cuman omdo. Bedakan yang harus kita kerjakan dan bahwahan kerjakan.
Ada juga yang pemimpin tetapi gaya bos, datang setiap ada malasah, malah nambah masalah malah marah tanpa mau tau alasannya.
Bukankah 3 karakrer pepimpin BGA mengajarkan kita baik:
Pepimpin itu harus:
1. Hadir setiap masalah dan mampu memberikan solusi.
2. Membalikan keadaan tidak benar menjadi benar.
3. Memiliki rasa empati.

Yang kita atur itu manusia punya hati, pikiran, dan akal. Cara yang baik, sudahkah anda perpikir akal memuhi kebutuhan mereka?
Sudahkah anda peduli dengan mereka?
Sudahkah anda tau nama mereka, istri, anak mereka?
Boro… Boro… Tau yang target dapat. Bukan targetnya di rubah, tapi cara mendapatkan nya.
Kalau kata buku sunju:

1. Kenali diri mu.
2. Kenali musuh mu.
3. Kenali medan mu.
Jangan buat kebodohan dan Sifat ngebos anda menghancurkan orang lain. Dan jangan pula sifat membunuh anda. Belajarlah dengan mereka yang anda tidak tau. Rendahkan diri. Apa yang anda angkuhkan?
Tanpa mereka kita juga bukan apa- apa loh.
Filosofi berpakaian:
Apa rasa baju tanpa celana, dan apa rasanya celana tanpa baju. Itu kan menggambarkan atasan tanpa bahwan juga nol, bawahan tanpa atasan nol. Ini saya tarik keseharian kita. Jika merasa angkuh. Anda asisten perusahan akan menggantikan anda dalam 24 jam, lah pemanen 3 bulan masih kosong aja hancak nya. Berharga mana ente apa Bahawan lo. Lo bisa sukses karena mereka, bukan 100% karena ke geniusan anda.
Jangan sombong ya……..

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

1 Comment

  1. Hosting Unlimited Indonesia
  2. Pedas kali Bah ngomongnya… ini ke Saya tau ke siapa Nih?…
    Ya ya ya… itulah dominansi yang terjadi, seperti yang Mbro tuliskan di sini.
    Dikoreksi Mbro… urutan no 2 seharusnya di urutan 1 (revisi yowh…)

    Rubah…
    nggak usah Bos terima beres, Ngebosi, taunya marah-marah, gak mau tau kendala/masalah anak buah, bahasa pokoknya dibuang….

    Yachhh…
    Rangkullah, bentuk team yang solid… bahagiakan mereka atau sukseskan mereka – baru Anda bahagia dan Sukses. Cam kan itu Mbro…. dan terapkan dalam kehidupanmu.

    Saling mengisi, maaf jika bersalah dan tidak diulangi, bekerjasama dan sama-sama bekerja, jujur dan keterbukaan, saling belajar dan diajari, jadi contoh dan menjadikan contoh…. dll

    Kita konkritkan… sepakat?…

  3. The Most Popular Traffic Exchange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
error: Content is protected !!