Losses Produksi di Masing-Masing Region BGA sd Periode Februari 2021

Tingginya Losses Produksi: 15 Kali dari Standard Toleransi

Dear all RH, AC.

Harap menjadikan perhatian dan kesegeraan bertindak untuk meminimalkan losses di masing-masing region/area yang menjadi tanggungjawab masing-masing. Masalah tingginya losses ini menjadi concern BOD dan Manajemen dalam pembahasan performa produksi kemarin, karena produksi bulan Maret ke depan diperkirakan akan meningkat sesuai sisa hasil BBC-1 sehingga jika losses pada saat produksi rendah cukup tinggi maka sangat mengkuatirkan pada saat produksi meningkat.

Bersumber dari Laporan QA, losses produksi All BGA dalam dua bulan ini mencapai 16.501 ton atau 3% (setara potensi kerugian Rp 45 Milyar). Losses ini lebih tinggi dari rata-rata losses tahun lalu (1,8%) dan mencapai 15 kali lipat dari standar toleransi QA (0,2%).

Untuk tingkat Region, prosentase losses yang rendah di Rokan Hulu (0,8%) dan Pundu (1,0%); sedangkan losses yang tinggi di Mentaya (6,6%), Sei Melayu (4,9%), Nanga Tayap (4,9%), Kotawaringin (4,0%) dan Sei Rasau (2,4%). Kecuali Mentaya dan Nanga Tayap, tiga region yang lossesnya tinggi tersebut pencapaian terhadap BBC-1 sangat rendah (hanya 42-43%) di bawah rata-rata BGA (47%), dan khusus Kotawaringin bahkan mengalami growth minus produksi dari tahun lalu. Capaian rotasi panen yang paling rendah di Kalteng adalah Region Mentaya (6,6 kali), sedangkan di Kalbar adalah Sei Rasau (5,6 kali).

Losses Produksi di Masing-Masing Region BGA sd Periode Februari 2021
Losses Produksi di Masing-Masing Region BGA sd Periode Februari 2021

Untuk tingkat Area, prosentase losses yang rendah adalah Area 4A (0,4%) dan 6B (0,5%); sedangkan losses yang tinggi di Area 1 (10,3%), 5C (6,5%), 8A (6,5%), 10 (4,9%), 2A (3,6%), 8B (3,3%), 5A (3,1%) dan 2B (3,0%). Rotasi panen yang rendah di Kalteng adalah Area 1 (6,2 kali) dan 2A (6,8 kali); sedangkan di Kalbar di 7A (5,3 kali), 8B (5,6 kali) dan 7B (5,9 kali). Area 10 rotasi panennya rendah karena tanaman muda.

Losses Produksi di Masing-Masing Area di BGA sd Periode Februari 2021
Losses Produksi di Masing-Masing Area di BGA sd Periode Februari 2021

Tingginya losses ini tidak saja mengurangi pencapaian produksi TBS, tetapi efek gandanya juga terhadap penurunan palm product, dimana pencapaian OER dan KER todate Februari tahun ini turun dibandingkan periode yg sama tahun lalu (losses brondolan berpengaruh terhadap capaian OER dan KER).

Untuk meminimalkan losses tersebut, kami mengingatkan kembali pentingnya:
1. Setting design master ancak panen dan penerapannya yang tepat meliputi kecukupan pemanen, cara mengcover ancak pemanen yang absen langsung under control asisten (tidak diserahkan kepada mandor panen), panen tuntas, rotasi dan umur pusingan panen yang normal.
2. Disiplin melaksanakan Quality Cek oleh seluruh jajaran supervisi (pemeriksaan mutu ancak panen fokus di lokasi yang sulit, ancak pemanen baru, ancak pemanen bermasalah).
3. Disiplin melakukan quality transport (setiap pagi hari memeriksa semua blok panen hari sebelumnya untuk memastikan semua janjang panen sudah dikirim ke PKS, tidak ada restan yang tidak termonitor).

Issue lain yang sangat terkait dengan performa manajemen panen adalah turn over pemanen yang masih tinggi (all BGA 8,5%). Untuk Region Kalteng, turn over tertinggi di Kotawaringin (10%); sedangkan Kalbar yang tertinggi di Kendawangan (12,6%) dan Nanga Tayap (11,2%). Manajemen menetapkan target turn over tahun 2021 harus bisa dicapai < 30% (atau rata-rata maksimun 2,5% perbulan). Pada bulan Februari, Region Mentaya bisa tekan turn over 1,9% dan Rokan Hulu nol persen. Demikian feedback ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan kesegeraan bertindak di lapangan. Terima kasih.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia