Perbaikan dengan Alat berat Grader dan Compac

Urat Nadi Kami PUTUS, Ini semua karena KEBODOHAN dan KEBURUKANKU.

Pengawalan EM 2
Pengawalan EM 2

Hari ini, Minggu tanggal 20 September 2020. Manager CMNT   (Pak Wasiman), Manager BAGE (Pak Turmudi), Manager CE (Pak Imron), Traksi BAGE (Pak Fitriono), dan 2 Operator Alat Berat Grader dan Compac rela mengorbankan waktunya demi menyambung urat nadi kebun BAGE Divisi 4 yang putus atas arahan Pak AC 1 (Budi Siregar) dan Pak RH Region Mentaya (Doni Eka Putra).

 

ondisi Jalan Rusak G07 (poros Logging)
Kondisi Jalan Rusak G07 (poros Logging)

Putusnya urat nadi ini karena kesalahanku, kebodohanku, dan keburukanku. Disebabkan karena ketidakpedulian terhadap genangan air, jalan ternaungi, dan drainase buruk. Fatality inilah yang terjadi.

 

 

 

Perbaikan dengan Alat berat Grader dan Compac
Perbaikan dengan Alat berat Grader dan Compac

Ibu segala efisiensi pekerjaan kebun adalah jalan yang baik. Jalan yang baik adalah jalan yang padat, terpelihara dan segera kering (berdrainase baik). Tidak boleh ada pekerjaan lain yang dilakukan apabila akses A1 belum baik. Biaya yang dikeluarkan untuk konsolidasi jalan sudah besar, sangat disayangkan apabila konsolidasi tersebut tidak ada hasil ataupun hasilnya tidak baik, yang malah menjadikan jalan rusak parah, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar lagi, padahal apabila konsisten saja untuk membuat tali air guna menangani genangan air, tertib rotasi rempes guna matahari bisa cepat membuat jalan kering, dan menimbun bekas genangan guna jalan rusak tidak semakin parah, semua kerusakan ini tidak akan terjadi, resiko kerusakan unit angkut TBS, resiko kecelakaan kerja tinggi, biaya penggunaan alat berat, dan biaya laterisasi, yang membuat pembengkakan biaya terjadi.

Progres perbaikan
                        Progres perbaikan

Progres perbaikan titik rusak jalan di Blok G07/ pribadi (jalan poros LOGGING) ini langsung di eksekusi dengan alat berat. Dilakukanlah pembuatan badan jalan, pengerasan, dan pembentukan drainase, tetapi belum dilakukan penimbunan laterit karena masih terkendala unit Exca belum ready untuk laterisasi. Progres akhir perbaikan jalan ini adalah laterisasi dan pengerasan jalan yang akan dilakukan pada hari Senin, tanggal 21 September 2020. Update Hasil Akhir (After) akan di posting setelah jalan sudah selesai diperbaiki. Dari kejadian ini, untuk semua rekan Planters. Perhatikanlah hal kecil, jangan sepele. Jangan malas bergerak, kendali waktu ada di tangan kita, kalau kita tidak bisa mengendalikan waktu, waktu akan menjadi Bom bagi kita yang membuat banyak masalah dan merugikan banyak orang. Pesan Pak AC 1 (Bpk. Budi Siregar)Yakinkan diri, orang sukses dan besar itu, karena masalah yang dia alami, dan masalah yang sama tidak terulang lagi”.

Langganan postingan terbaru, GRATIS !

You May Also Like

42 Comments

  1. Terkadang hal- hal yang selalu dilupakan terhadap jalan rusak adalah pembiaraan. Ah masih bisa kok dilewatin. Ah… Dapat kecil aja. Ah…. Besok saja dikerjakan ini.
    Tapi pembiaran terhadap jalan akan merugikan kita. Pengakutan jadi lambat, biaya pengakutan jadi mahal ( Doubel Handing), Kebun memburuk, Karena TIM BGS tidak dapat menyemprot ke arah tersebut, pupuk terhambat, akhir nyankerja aplikasi pupuk tipu tipu.
    Fokus asisten kejalan rusak bukan ke sadaran perkerjaan. Rotasi panen terhambat hujan sana jelek alihkan panen
    Resiko kerusakan unit tinggi, keselamatan Bongkar muat dan driver Tinggi.
    Padahal kita semua tau yang merusak jalam air. Yang membantu kita sinar matahari.
    Apa kita semua tau rasio jalan kita setiap divisi? Apa kita sudah ukur brp kebutuhan TK kerja rawat jalan kita?
    Sudah kita tau prestasi harian org rawat kita?
    Apa kita sudah tau rasio rempes tahun?
    Misal pelepah setiap bulan terbuka 2 pelepah hanya 1,2 pelepah menghadap kejalan jika 1 tahun tdk di rempes maka 14 pelepah pasti metutupi jalan kita/ pokok.
    Dalam kondisi seperti ini dengan pokok tinggi kemampuan orang rempes kita akan kewalahan. Maka biaya untuk rempes akan tinggi. Yang hanya dibutuhkam Rp74.000/ ha akan 200.000- 300000/ ha.
    Kan lebih baik mencegah dari pengobatin .

    1. Baca di link-link ini dulu ya Mbro, sekaligus saya berilmu dulu “Pantai Parang Tritis”. Intinya segera bertindak, jangan tunggu rusak parah – baru bertindak. Semua yang terjadi dalam hidup ini, tidak langsung ujuk-ujung rusak total, pastilah berproses:
      Ini link nya Cuysss :

      Silahkan dibaca ya, jika tidak paham – kita sama-sama belajar.

      1. Terima kasih sudah membagikan link yang sangat membantu saya dalam belajar mengenai jalan .

    2. Jadi Mbrooo, Bila kita sudah menyadari pola-pola tersebut alangkah baiknya kita saling mengingatkan, saling berbagi, saling berkomunikasi dan berbagi ilmu pengetahuan yang kita miliki.

      Contohnya sederhana saja, kita mengetahui jalan yang kita lewati sehari harinya sebenarnya tidak layak (hancur) untuk dijalanin, seharusnya tingkat Kepekaan kita pada disaat itu juga harus bisa lebih cepat dan ekstra menanggapi dengan tindakan apa yang harus kita lakukan bukan malah hanya lewat semata begitu saja.

      Bukankah mata kita diciptakan sang maha kuasa untuk melihat apa yang ada dihadapan kita? Mari mengkaji diri serta membenahi untuk kebaikan kita kedepannya

      1. Mbro…
        Pekerjaan itu terkadang arus dipisah pisah.
        Penting, genting, dan darutan. Memang semua pekerjaan penting. Dan kita harus bisa menglompokan ke Skla prioritas 1,2,3. Terkadang jalan dimudahkan dan digambangkan.
        Otak kita berkerja hanya panen, panen panen dan panen . Padahal menyusun kompenen panen yang baik yaitu Akses A1: jalan menuju blok. A2: jalan pokok, A3: jalan menuju buah. Semua butuh jalan. Dan ada juga jalan yang licin enak bro kata pak Ade ( jalan A..k)
        Maaf hanya hiburan.

  2. Jika ada simulasi rempes yang baik dan menghitung kebutuhan rempes. Saya boleh ikut. Saya juga bingung terhadap rempes yang seharus nya brp kali dan bagaiaman flow yang benar. Agar kongsi kerja rempes tidak terganggu oleh pekerjaan lain.

  3. Yang harus kita ketahui adalah output TK Rempes, panjang jalan, dan dibagi dengan rotasi rempes yang dilakukan 2 kali setahun.
    Tapi sebenarnya, tersadar saya, kebiasaan menyepelekan itu penyebabnya, fokus kerja kita morat marit, sampai kita bingung apa yang menjadi prioritas kerja. Prinsip kuat yang harus dipegang adalah tidak boleh ada pekerjaan lain apabila akses A1 masih buruk.

    1. Ayo… kawan-kawan. Siapa yang berani menampilkan hitungannya?…. Bila perlu dibuat satu tulisan khusus mengenai “Perhitungan TK Rempes ideal dengan rotasi rempes 2 kali setahun”

  4. Ya pak perlu sangat perlu. Yang mendasar dengan Terbuka pelepah 2 pelepah dalam 1 bulan. Agar kita sama sama mengetahui dasar rempes pelepah. Dan kondisi rempes pelepah kita ringan sepanjang tahun. Biasa divisi divisi tidak memliki TK rempes pelepah khusus. Jika ada Tk rempes auto pilot yang penting kerja. Udah dilihat.
    Sangat perlu di kaliberasi
    Rempes poko tinggi dengan pipa 12 meter kindisi ringan, sedang, berat berapa pokok.
    Medan datar, bukit gelombang dan bukit brp pokok.
    Rempes sih bagus penyusuna. Pelepah nya kadang manjadi koreksi
    1. Menutupi parit.
    2. Diletakan dipinggir pokok.
    3. Asal dibuang.
    Ini salah perlu diperhatikan karena akan menggangu perbaikan jalan saat menggunakan alat berat. Dan juga sudah pasti dong keindahan mata.
    Ada juga biasa alat tk rempes menunggu alat panen yang tidak berangkat.
    Ya boleh tanya ya pak anggi:
    Apa ada perbedaan rempes pelepah ditanama. Tua, remaja dan muda?

      1. Saya pernah mendengar pak.
        Kalau rempes tidak boleh terlalu mengahabiskan daun yang dipangkas. Apa kah benar pak?
        Jika ditanaman muda yang lebar jalan kurang standar maka ini sangat beresiko kepada BM pupuk yang terkena pelepah bekas rempes atau pun BM TBS yang menyusun buah di atas unit

    1. Ini menjadi perhatian khusus kita sepertinya pak. Output TK Rempes dengan berbagai kondisi harus kita buat TMS nya dan ditentukan Norma nya. Karna memang terjadi auto pilot asal kerja saja untuk TK Rempes.
      Yang kedua juga adalah Terkait Rawat Jalan, yang seharusnya harus ada 3 tim TK Rawat Jalan, Tim 1 adalah Tim Rawat Jalan H+1 Panen, Tim Rawat Jalan Poros, dan Tim Rawat Jalan yang rusak parah. Tetapi kenyataannya hanya ada 1 tim saja untuk TK Rawat jalan karena kuota TK Perawatan terbatas tidak sesuai keperluan. Sebenarnya berapa kuota TK Perawatan dalam 1 divisi? Agar semua pekerjaan perawatan bisa tercover, bisa bertindak mencegah terlebih dahulu daripada mengobati.

      1. Waktu belajar di SMA, kita selalu diajarkan tentang POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) – semua itu penting. Namun, secara dominansi berhasilnya semua itu tergantung dari pengawasan (controlling). Sudah seberapa intens Anda melakukan pengawasan?…

  5. Pak anggi. Semua divisi sudah norma nya.
    Brp rasio jalan pak anggi?
    Kalau normal sih jalan itu : 43,33mtr/ ha.
    Dengan asumsi
    Untuk luas blok 30 ha.
    Yaitu :
    panjang MR: 300mtr/ 30 ha maka : 10mtr/ha
    Jalan CR: 1000mtr/30 ha : maka : 33,33
    mtr/ha. Dan pelaporan pekerjaan rawat jalan banyak yang salah. Misal pekerjaan rawat jalan di CR A01 dan A02 kebanyakan dari kita tidak tau jalan tersebut jalan A01 atau A02 dilaporkan setaunya mandorDitempat bapak bagaiamana?
    Bila perlu flow pekerjaan rempes pak anggi. Dan bila asisten yang menentukan rempes dimana. Dibuat peta rencana dan realisasi. Berita acara / Seksi jika sudah selesai

      1. Ya pak. Karena karena jalan semua kebutuhan semua orang. Saya pernah mendengar kebun yang baik itu ada 3 syarat:
        1. Jalan baik sepanjang Tahun.
        2. Pupuk tidak pernah tertunda
        3. Gaji karyawan tidak pernah telat.
        Jalan merupakan ranah kami pak.
        Kalau gk salah juga pak.
        Jalan dari divisi ke Semua blok adalah tanggung jawab 100% asistensi divisi.
        Jalan kantor estste ke Divisi tanggung jawab EM.

    1. Seperti yang bpk sampaikan sebelumnya. Kondisi Rempes dengan berbagai macam kendala, ketinggian pokok, kondisi pelepah, topografi, penyusunan pelepah, dan masih banyak lagi. Apakah kita tetap berkutat dengan Norma yang ada? terakhir apa? kasihan kita dengan TK tersebut kalau kejar norma. atau bahkan ada yang tipu tipu merasa sudah capek sekali. Tertipu dan tertipu oleh TK kita.
      ini harusnya menjadi bahan evaluasi, perlu kita tetapkan toleransi dari norma tersebut dengan pertimbangan kondisi diatas. Lakukan TMS pada masing masing kondisi.
      Jadi kita bisa langsung beri target kerja pada hari itu yang harus mereka selesaikan tanpa alasan.

      1. Dalam kondisi seperti ini bagaiaman kita keluar dari malasahnya. Jangan ketutat di masalah nya.
        Rot cause apa?
        Sandingan dengan 4M +1 E serta 5H+1 H. Disini lah terjawab bagaiaman memecahkan masalah pak anggi

    2. Pelaporan rawat jalan di laporkan sesuai dengan jalan yang diperbaiki. Tapi masalahnya disini adalah 3 tim yang kita butuhkan tidak terpenuhi. Saya hanya ada 1 tim TK Rawat Jalan. Bagaimana saya alokasikan tempat kerja mereka dengan bijak? Bapak pilih mana? Perbaikan jalan poros? jalan H+1? atau jalan yang rusak berat??? Ujungnya ujungnya kita letak mereka di panen H+0 .. yang rusak ringan jadi berat, yang berat jadi putus, yang lainnya merasa tidak pernah dirawat dan diperhatikan.. So? menurut bapak kita harus alokasikan kemana?

      1. Prinsip rawat jalan yaitu.
        Jangan menambah jalan rusak baru. Jarak yang sudah rusak jangan ditambah.
        Ada perbedaan rawat dan perbaikan jalan dimana bedanya?
        Jalan dibagi menjadi penting, genting darutan?
        Hasil goal kita yaitu produksi?
        Jalan mana yang sangat menggangu evakuasi TBS kita?
        Kenapa TK bapak 1 karena bapak fokus ke panen.
        Orang rawat jalan adalah tugas mulia pak.

        1. Penting, genting, dan darurat. Ketika kita mengerjakan yang penting genting, maka yang penting lama lama menjadi darurat. Ya begitu saja sampai TK Rawat jalan saya menjadi 3 tim.
          kondisi di divisi hanya ada 5 TK Rawat dengan alokasi kerja 2 TK rempes ( 1 tim), 2 TK rawat jalan (1 tim), 1 TK langsir TBS.

          1. Dudukan kongsi kerja bapak anggi dlu baru bilang kurang. Guru Jalan dan TP2A kurang. Akar malasah bapak dimana? Orang bapak dimana ? Apa sudah sesuai kongsi nya semua?

  6. Diskusi rawat jalan manual

    ▪︎Lakukan rempes pelepah jalan agar cahaya matahari tembus ke badan jalan, terutama di jalan koleksi. Potong ½ dari panjang pelepah pada 3 lingkaran daun terbawah.
    ▪︎Pada kondisi jalan berlobang dirawat manual dengan mengisi batu-batu atau gunakan cangkul untuk menutup lobang dari material sekitar.
    Buang air yang tergenang di badan jalan melalui tali air ke blok atau parit.
    ▪︎Bersihkan jembatan dari tanah-tanah diatas jembatan.
    ▪︎Bersihkan kayu-kayu atau rumput yang menghambat aliran air di bawah jembatan/gorong-gorong.
    ▪︎Norma : 0.06 Hk/Ha potong pelepah dan 0.06 Hk/Ha untuk manual jalan dan 0.06 Hk/Ha rawat jembatan

    1. red: Bersihkan jembatan dari tanah-tanah diatas jembatan – perlu direvisi pak, perlu juga tanah di atas jembatan/gorong-gorong/spiral vipe/dll untuk mengurangi tekanan di saat beban melintasinya.

    2. 0.06 HK/Ha. brp Ha/ha ya pak? Saya binggung?
      Bagaiamana dengan kondisi jalan saya yang rasio nya 116mtr/ha?

      1. Inventarisir kembali panjang jalan yang sekarang, mana yang tidak dipakai – ditutup saja.
        Semakin panjang jalan – semakin besar biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatannya – semakin sulit kontrollnya.
        0,06 HK/Ha = 17 Ha/HK, ini identik 1 blok normal cukup 2 TK saja dialokasikan.
        Jika panjang jalan 116 meter/Ha, misal total luasan 500 Ha – maka panjang jalan total = 58.000 meter/500 Ha.
        Maka dibutuhkan untuk 1 kali round (pusingan rempes) = 500/17 = 29,4 TK identik 30 TK.
        Jika kita mengasumsikan dalam waktu 6 bulan, maka alokasi TK rempes per bulan 5 TK saja.

        1. Keren bgt blok ini bisa belajar jarak jauh. Dan langsung membayangkan kondisi lapangan kita. Kalau rempes aja bisa kita kulitin seperti.

          1. Intinya jadikan pembahasan ini bermanfaat dengan dapat mengimplementasikan serta membagikan ilmu pengetahuan ini kepada lingkungan sekita kita, karena bukan kah indah bila kita bisa berbagi satu dengan yang lain mengenai ilmu seperti saat ini.

    3. Pak ade saya kurang setuju jika biasa pada jalan yang kurang tidak dibuang air nya karena dapat merusak lapisan keras tanah( hard Pent) jika lapisan keras ini sudah patah maka di taruh berapa banyak material disini akan hilang. Jika pun ditaruh batu seperti pelajaran fisikan waktu SMP bagaiaman semua batu saat dilewatin muatan 6-8 ton terbagi kesemua batu yang menutupin lobang. Karena kebiasaan nya beban tidak merata terbagi kebatu yang kita timbun berakibat membuat jalan rusak lagi

      1. Syarat mutlak cara kerja rawat jalan:
        1. Buat tali air untuk membuang genangan air
        2. Timbun dengan material sekitar apabila genangan sudah kering.

        Tetapi yang saya perhatikan ada cara kerja yang salah
        1. Hanya dibuat tali airnya saja
        2. Langsung ditimbun sebelum genangan kering.

        Harusnya, apabila 3 Tim TK Rawat jalan terpenuhi. Syarat mutlak itu bisa dijalankan. dan penyebab cara kerja yang salah tersebut adalah TK Rawat jalan mengejar genangan yang terlalu banyak, sehingga tidak maksimal dalam melakukan perbaikan. Percuma saja perbaikan dilakukan tidak dengan 100%, tidak akan tahan lama hasilnya.

        1. Mengapa demikian?
          1. Apa pernah melakukan pengukuran penurunan timbunan yang dilakukan?
          2. Pernah mengukur / bulan jalan kita menggalami penurunan?
          3. melakukan berapa latrit atau tanah kita bercuci atau hanjut/ hujan? Atau dalam hujan brp Mm brp tanah tergerus.

          1. Kita Sebenarnya tau,ya khan..
            Bahwa yang merusak jalan itu Adalah Air..Air..Air..Air..Air..Air..Air..Air..Air..Air..Sampai 1000 kali Masalah utama tetap Adalah Air..
            Kenapa jalan itu bisa rusak..
            Kerena yang salah adalah Kita sendiri sebagai pengelola Estate atau divisi kita.
            Kurang peduli dengan jalan sudah pasti,makanya terjadi jalan rusak..
            Namun yang terpenting menurut saya..
            Terlalu menyepelekan..
            Ah Masih bisa dilewat,Ah airnya masih sedikit,Ah mobil masih bisa Lewat..
            Dan kita tidak mau keliling ke semua jalan yang ada..tidak mau membuat monitoring kondisi jalan.
            Ketika Kondisi curah hujan tinggi baru pusing kepala,kebingungan, mau merawat jalan dari mana sudah bingun rusaknya di mana mana..
            Untuk perawatan jalan yang baik.
            Harus kita siapkan.
            1.tk khusus perawatan jalan ringan.
            2.tk khusus perawatan jalan berat.
            Agar bisa menjaga jalan yang rusak ringan tidak menjadi rusak berat.
            Dan jalan yang rusak berat tidak bertambah.
            3.Tk khusus rempel pelepah yang termonitoring.
            Kita ketahui bersama agar sinar matahari dapat masuk ke badan jalan,dan jalan cepat kering..
            Tuhan yang maha kuasa menciptakan Sinar matahari,yang kemampuannya dari 1000 alat compag..
            Saran saya..
            Lebih baik pilih sinarmatahi di bandingkan dengan Alat berat compag..
            Yo kita buat jalan kita bisa di lalui dengan aman,walaupun pada musim hujan..
            Terima kasih pak Anggi..
            Telah memberi ilmu..

  7. Perawatan jalan yang terpenting adalah menjaga bentuk jalan tetap cembung (Camber) atau kemiringan sekitar 5% dan tali air pada tepi badan jalan. Air tidak boleh tergenang di permukaan badan jalan karena akan menyebabkan terbentuk lubang pada titik-titik yang lemah pada akhirnya merusak jalan.

    Adapun 5 faktor penyebab utama pada terjadinya kerusakan jalan yakni :
    • air
    • bahan organik
    • kurangnya cahaya matahari
    • sifat tanah (tekstur dan struktur)
    • bahan angkutan (tonase) yang berlebihan.

  8. Ia pak rapeja. Benar dln kondisi normal kita harus melakukan eksperimen, dalam kondisi tidak berberkerja pun harus gila.
    Apa yang cembung itu enak pak. Fungsi badan jalan cembung agar tidak ada genanggan air di Badan jalan.

  9. Sebenarnya kita semua mungkin tau yang merusak jalan itu adalah air..air..air..air..air..air..air..air..air..air..
    Sampai 1000 kali adalah air..
    Itu menurut saya..ya khan..
    Ada yang bilang.. Permasalahanya kurang peduli dengan jalan kebanyakan selalu di sampaikan..
    Tapi menurut saya ada lagi..
    Yaitu terlalu menyepelekan..
    Ah masih sedikit rusaknya,ah masih sedikit air nya,ah masih bisa lewat mobilnya,ah masih ada jalan lain bisa lewat walaupun mutar..
    Tapi ketika musim hujan tiba,kita baru merasa pusing kepala,mau lewat manalagi ini…😂😂😂
    Mobil kepatak,tidak ada alat berat..
    Ujung ujungnya buah restan ya khan..
    Tentunya bukan itu yang di harapkan..
    Sepakat ya..
    Ayo Kawan kawan…
    Kita buat jalan kita tetap baik dalam kondisi cuaca apapun bisa di lalui dan aman..
    Untuk perawatan jalan perlu kita siapkan.
    1. Tk khusus perawatan jalan kondisi rusak ringan.
    2.Tk khusus perawatan jalan kondisi berat.
    Dan perlu kita ingat,jangan sampai jalan rusak berat menjadi bertambah..
    3. Tk khusus rempes pelepah yang terjadwal dan membuat monitoringnya agar rotasi rempes pelepah kembali lagi ke rotasinya..
    Kita tahu rempes pelepah sangat penting agar sinar matahari dapat masuk ke badan jalan,sehingga jalan cepat kering..
    Sinar matahari diciptakan oleh Tuhan yang maha kuasa,banyak maanfaatnya salah satunya untuk menyinari jalan..
    Justru sinarmatahari ini merupakan compag yang sangat baik untuk jalan,jika di bandingnya Alat berat Compag itu sendiri..
    Ini menurut saya teman teman…
    Mari kita rawat jalan kita,agar kita dapat keberkahan,bisa cepat habis buah kita sesuai arahan pimpinan jam 17.00 wib buah sudah tuntas,kita bisa berolah raga mungkin,bisa berkunjung ke rumah karyawan dan yang sangat penting kita bisa cepat pulang bertemu keluarga..
    Terima kasih pak Anggi sudah memberi ilmu..

  10. jika menurut saya, lebih bnyak karena sepele saja. setuju dengan pak tur, jika masih anggapan bahwa masih ada jalan, masih sedikit rusaknya…maka sampai kapan pun jalan itu ga akan baik. Tantangan lain selain tali air dan rempes pelepah. Untuk blok panen diusahakan CR tersbut dilalui hanya satu kali saja, maksimal 2 kali. Karena kontistensi (daya tahan) tanah yang rendah bisa menimbulkan cekungan baru, kemudiakn saat hujan maka terisilah cekungan tersebut, demikian seterusnya sampai jadilah kubangan dalam

    so mari belajar untuk tidak sepele dalam segala hal…..untuk kelancaran kerja kita bersama

    1. STOP menyepelekan…
      STOP menggampangkan…
      Banyak kehancuran karena dua ini…
      Banyak kehancuran karena masalah fundamental…
      Banyak kehancuran karena masalah-masalah kecil…

  11. Pak Anggi… Teruslah berbagi melalui tulisan. Tidak melulu tentang teknis agronomi, jika menurut bapak baik – tulislah (pengalaman pribadi, kejadian sehari-hari, dll).

    Teruslah bergerak pak…

  12. The Most Popular Traffic Exchange
    Peluang Mendulang Profit di Masa Pandemi Covid 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia